Kolam Mata Air Tawar Dekat Laut

oleh -2.584 views
DEKAT PANTAI: Kolam air tawar di pantai Kautu, Kecamatan Tinangkung, menjadi destinasi favorit keluarga. [SANGALU/Ist]

SANGALU,Banggai Kepulauan-Biasanya kita mendapati kolam pemandian yang bersumber dari mata air di gunung, di antara rimbun pohon-pohon lebat, dan lumut tebal. Namun, berbeda dengan kolam pemandian dari sumber mata air di Tinangkung, Banggai Kepulauan ini, berada di pinggiran Pantai Kautu.

Kolam air tawar yang disebut Paisu Matano ini, dibangun di pinggiran Pantai Kautu. Berada di dekat pantai yang  landai, tidak berpalung, dengan ombak yang ramah. Paisu Matano komplet sebagai destinasi wisata keluarga yang mengasyikkan.

Pantai Kautu, Kecamatan Tinangkung, kini menjadi lokasi wisata favorit warga Bangkep. Pantai ini dapat diakses dengan berkendara sekira 10 menit. Letaknya yang dekat ibu kota kabupaten, memudahkan akses, jalan menujunya juga berlapis aspal kualitas bagus.

Pantai ini menjadi salah satu pilihan warga Bangkep untuk berlibur di akhir pekan. Saya mengunjunginya pada Senin (17/5/2021).

“Torang mandi dulu sepuasnya di pantai, baru bermain di kolam,” ujar Dmitry.

Setibanya di pantai itu, ia pun langsung menceburkan diri ke dalam laut dan berenang sepuasnya.

Baca juga:  Tinggalkan Rindu (Jangan) Tinggalkan Sampah

Sementara beberapa anak seusianya bermain di dua kolam air tawar yang jernih nan segar yang dibangun di pesisir pantai itu.

“Masih libur, jadi saya bermain di sini,” kata Rindal, anak seusia SD yang ditemui tengah berenang di kolam besar, bersama rekan-rekannya Wahyu dan Yudha.

Pantai Kautu memang berubah wujud dalam dua tahun terakhir. Pantai yang terhubung dengan mata air jernih itu mulai dibenahi. Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan membangun setidaknya dua kolam, untuk menampung mata air yang mengalir terus menerus tak mengenal musim itu.

Dua kolam dibangun dengan ukuran berbeda. Kolam dekat jalan berukuran setengah lapangan tenis, sementara kolam lainnya dibangun memanjang ke pantai seukuran lapangan tenis.

Sumber mata air mengalir dari lubang seukuran 20 x 30 cm di kolam kecil, dan mengaliri kolam besar melalui lubang-lubang air di kolam sekira 2-3 meter dari laut.

Baca juga:  Festival ‘Pulo Dua’ Masuk Daftar 100 Agenda Pariwisata Nasional 2019

Tuti, warga setempat, bercerita kolam mata air Kautu mulai disiapkan pembangunannya pada akhir tahun 2019, dan mulai dimanfaatkan sekira Agustus 2020.

Menurut dia, lokasi wisata ini masih menjadi tempat favorit warga di akhir pekan.

Selain warga Salakan, pengunjung datang dari wilayah-wilayah lainnya di Banggai Kepulauan, termasuk dari pulau Bakalan. Setelah dibenahi, pada malam hari pun kolam air tawar ini tak sepi pengunjung.

Melengkapi fasilitas wisata, pemerintah desa juga menyediakan banana boat yang bisa dinikmati bergantian oleh para pengunjung.

Pemerintah desa setempat berinisiatif menghadirkan fasilitas itu, setelah banana boat yang disediakan dinas pariwisata rusak.

“Sewa banana boat Rp 10 ribu per orang,” katanya.

Pembenahan lokasi wisata itu turut membantu menggerakkan ekonomi  warga setempat. Setidaknya, terdapat enam warung yang dibangun di lokasi wisata ini.

Warung-warung itu menjual makanan dan minuman segar.

Sama seperti umumnya lokasi wisata di Banggai Kepulauan dan Banggai Laut, lokasi wisata ini pun ramai pascalebaran Idulfitri.

Baca juga:  Pantai Berkarang Bolong dan Pasir Putih

Di sore hari, orang-orang ramai berkunjung. Menikmati pantai, dan menunggu pemandangan matahari terbenam yang menawan.

Pemerintah setempat dikabarkan hendak memperluas objek wisata ini dengan membangun jalan rabat dari pesisir pantai hingga ke masjid Kautu. Juga menyediakan tambahan warung untuk para warga berjualan.

Nantinya jika Kautu terus dikembangkan, lokasi wisata ini bakal “terhubung” dengan pantai Tebeabul di pulau Bakalan.

Pantai itu “berhadapan” dengan kolam mata air Matano. Di sana, pemerintah daerah telah lebih dulu membangun lokasi wisata mangrove dan melengkapinya dengan fasilitas listrik panel surya. Di malam hari, pantai itu terlihat benderang.

Kalau direalisasikan, upaya pemerintah membenahi dan memperluas fasilitas ini diharapkan makin mendongkrak pendapatan warga setempat.

Tetapi lebih penting dari itu, kolam Paisu Matano yang lebih dulu dibangun itu bisa terus dirawat. Minimal dibersihkan, agar kondisi di dasar dan dinding kolam terlihat lebih bersih. *

(Ldc)

No More Posts Available.

No more pages to load.