Bontolan, Pantai Menawan di Selat Sempit

oleh -588 views
Bontolan, salah satu lokasi wisata di Desa Bone Baru, Kecamatan Banggai Utara, Kabupaten Banggai Laut di foto Sabtu (15/5). [SANGALU/Ist]
Bontolan, salah satu lokasi wisata di Desa Bone Baru, Kecamatan Banggai Utara, Kabupaten Banggai Laut di foto Sabtu (15/5). [SANGALU/Ist]

SANGALU, Luwuk – Peringatan BMKG untuk mewaspadai gelombang laut pada tanggal 16-17 Mei itu, terbukti benar. Perahu motor cepat yang kami tumpangi harus mencari jalur khusus menuju ibu kota Kabupaten Banggai Laut.

Start dari Pelabuhan Tobing, kami menyusuri pesisir pantai Totikum Selatan, sebelum menyeberang dan membelah gelombang laut untuk menjangkau salah satu gugusan pulau terdekat di Banggai.

Motoris perahu motor cepat, rupanya memilih rute yang terlindungi pulau-pulau kecil untuk menghindari gelombang laut yang tidak ramah.

Saya yang selalu khawatir berlebihan jika berlayar bersama anak-anak, tak henti merapal doa untuk menenangkan diri. Waktu tempuh penyeberangan itu sekira 30 menit, sebelum akhirnya speedboat Citra Nusantara yang membawa kami merapat di dermaga pelabuhan Banggai.

Baca juga:  Dua Jam TNI-Polri Berjibaku Padamkan Api di Balut

Sabtu (15/5) sore itu, akhirnya kami tiba dengan selamat di Banggai, Banggai Laut.

Meski gelombang laut tidak bersahabat, tetapi Pelabuhan Banggai lumayan ramai dengan aktivitas kapal motor cepat maupun perahu tradisional.

Hanya saja berbeda dengan suasana saat kami menyinggahi pelabuhan ini awal Desember tahun lalu, saat ini tak terlihat penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Kami tak harus mendatangi pos satgas untuk mengecek suhu tubuh, maupun mencatatkan diri, dan tujuan kedatangan.

Setibanya di pelabuhan, kami langsung ke penginapan terdekat untuk menitip ransel, dan melanjutkan perjalanan ke Desa Bone Baru, Kecamatan Banggai Utara. Tujuan yang ingin kami datangi adalah Pantai Bontolan.

Bagi saya yang baru kali ini berjalan lumayan jauh dari pusat Kota Banggai, pengalaman ini menyenangkan. Saya  dibuat takjub oleh pemandangan yang dilalui. Rute yang dilalui berkualitas jalanan ibukota provinsi. Di kiri kanan jalan cengkih menghampar dari bukit ke bukit. Pemandangan ini mengonfirmasi kejayaan Banggai sejak masa lalu.

Baca juga:  Seminar Nasional, Upaya Menguatkan Budaya Lokal

Setelah berkendara sekira 15 menit, kami sampai di desa dengan beberapa spot wisata itu. Dua di antaranya adalah lokasi yang berdekatan dengan dua dermaga kayu yang dibangun menjorok ke laut.

Satu merupakan pantai wisata yang juga menjadi lokasi pembuatan perahu-perahu fiber.

Kami mendatangi salah satu dermaga yang baru saja dibangun. Dermaga dan lokasi wisata ini dibangun oleh Bupati Banggai Laut yang baru saja terpilih. Meskipun terlihat masih dalam tahap pembangunan, namun kami diizinkan masuk untuk menikmati pemandangan sore di dermaga.

Baca juga:  Tiga Orang Dipastikan Meninggal Dunia, Empat dalam Pencarian

Pantai Bontolan menawarkan keunikan tersendiri. Pantai ini berhadapan dengan gugusan pulau di selat sempit dengan arus sangat kuat, tempat nelayan casting dengan menambatkan perahunya di tebing-tebing karang.

Pengunjung bisa datang untuk snorkeling, bermain banana boat, atau sekadar mandi.

Tetapi menjelang sore Sabtu akhir pekan itu, lokasi ini tak ramai dengan kunjungan warga.

Saya menduga situasi ini disebabkan lebaran; sehingga warga memilih untuk bersilaturahim dan beraktivitas dalam kota.

Berbeda dengan sehari sesudahnya, saat kami terpaksa meminta untuk dijemput perahu motor cepat mengejar waktu balik ke Salakan. Kami meninggalkan Pantai Bontolan yang  menawan itu sudah dipadati pengunjung. *

(Ldc)

No More Posts Available.

No more pages to load.