Air Terjun Kokungan Terhubung Langsung ke Laut

oleh -2.451 views
BERAIR JERNIH: Pengunjung dari Kota Banggai menikmati kejernihan air terjun Kokungan, Banggai Tengah, Kabupaten Banggai Laut, Minggu (16/5). [SANGALU/Ist]
BERAIR JERNIH: Pengunjung dari Kota Banggai menikmati kejernihan air terjun Kokungan, Banggai Tengah, Kabupaten Banggai Laut, Minggu (16/5). [SANGALU/Ist]

SANGALU, Luwuk – Saat memutuskan pindah tempat menginap, kami tidak kesulitan mendapatkan fasilitas penginapan. Di Kota Banggai yang kecil itu, ternyata banyak tersebar penginapan maupun hotel dengan harga terjangkau.

Sebelum melanjutkan roadtrip edisi Lebaran esok harinya, kami memutuskan menginap di Hotel Carabella, Desa Lampa, Kecamatan Banggai.

Sekira pukul 08.30 kami pun check out.  Dengan mengendarai mobil, kami memulai roadtrip edisi Banggai Laut. Rute pertama adalah menyusuri Desa Gong-Gong dan Monsongan dengan pemukimannya yang padat.

Jalan lingkar Banggai Laut di desa-desa pesisir ini terlihat seperti jalan desa. Sempit, dan menggunakan aspal tipis ringan, atau sand sheet.  Lebar jalan yang hanya sekira 2,5 meter makin terasa sempit, karena rumput liar yang menjalar hingga ke badan jalan.

Baca juga:  Bantu Tim Gugus Tugas, Kodim 1308/LB Bentuk Tim Siaga Tangani COVID-19

Setelah tiba di Desa Posos Lalongo Kecamatan Banggai Tengah, kami akhirnya sampai di Kokungan. Air terjun yang berhadapan dengan Desa Mansalean yang terletak di Pulau Labobo.

Untuk menjangkau lokasi ini memang cukup menantang. Empat tahun lalu, dengan mengendarai sepeda motor, saya gagal tiba di lokasi. Jalan aspal yang dibangun lumayan lebar, tetapi amat curam. Saat itu, saya didera rasa takut. Akrofobia saya, rupanya tak bisa diajak kompromi.

Saat ini, meskipun jalanan dirayapi rumput liar, aspalnya masih lumayan awet. Paling penting, dapat dilewati sepeda motor dan mobil. Saat tiba di pantai, kami menemui lahan parkir yang tidak terlalu luas, tetapi cukup untuk beberapa mobil.

Dari penampakannya, air terjun Kokungan sempat sepertinya pernah mendapat perhatian dari pemerintah. Terlihat dari jalan setapak beton yang dibangun.

Baca juga:  Belasan Karyawan PT PAU Dikabarkan Alami Sakit Misterius

Selebihnya tak ada fasilitas memadai yang tersedia. Juga tak ada pos wisata, tempat petugas menarik retribusi.

Untungnya, air terjun bisa diakses dengan mudah. Sebuah jalan beton yang dibangun di antara batu-batu besar dan akar pohon, memudahkan pengunjung naik hingga lokasi air terjun.

Meski fasilitasnya tidak terawat dan terlihat belum rampung dibenahi, tetapi tidak memudarkan pesona lokasi wisata ini.

Berbeda dengan air terjun yang saya datangi di sejumlah daerah, air terjun Kokungan memiliki keunikan tersendiri. Air terjun yang lumayan tinggi ini, terhubung langsung dengan laut lepas. Air deras menyelinap di akar pohon, bebatuan berlumut, sebelum berakhir ke laut dengan gradasi warna biru dan tosca.

Baca juga:  Malam Takbiran Aman, Kapolres Bangkep: Terima kasih seluruh masyarakat

Kolam apungnya yang hanya seukuran meja pingpong, cocok digunakan untuk berendam; sembari menikmati jatuhnya air terjun yang mengalir hingga ke laut yang berhadapan dengan Mansalean, Kecamatan Labobo.

Mungkin karena hari masih pagi, saat kami tiba di sana, objek wisata ini sepi pengunjung. Hanya ada satu keluarga dari Kota Banggai yang tengah mandi, menikmati airnya yang jernih nan bersih.  “Di angka 10,” kata Amad, sekenanya memberi penilaian terhadap kejernihan air terjun.

Kokungan sore hari tak kalah memesona. Matahari terbenam bisa disaksikan dari lokasi ini.

Rasanya tak ada yang menenangkan, menyaksikan sunset sembari mendengarkan gemercik air.

Sepuluh, sungguh nilai yang sempurna untuk sebuah lokasi wisata. *

(Ldc)

No More Posts Available.

No more pages to load.