PWI Banggai Minta Akses Wartawan di Ruang Publik Tak Dibatasi

oleh -105 views
Iskandar Djiada

SANGALU, Luwuk-PWI Kabupaten Banggai meminta agar tak ada pembatasan ruang gerak peliputan para jurnalis. Pernyataan resmi itu dirilis setelah organisasi pers itu, mencermati perkembangan kerja-kerja jurnalistik di daerah ini yang dalam beberapa waktu terakhir, kerap mendapatkan perlakuan pembatasan akses peliputan.

“Kami menyesalkan adanya pola pembatasan akses peliputan dengan dalih tidak mengantongi ID card khusus, seperti pada kasus kegiatan serah terima memori jabatan kepala daerah di ruang paripurna DPRD Banggai,” ujar Ketua PWI Banggai Iskandar Djiada, Kamis (10/6).

Menurut Iskandar, ruang paripurna DPRD Banggai adalah area publik dan rapat paripurna adalah agenda dewan yang harus terbuka untuk seluruh wartawan.  “Apalagi sidang paripurna DPRD dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum,” tegasnya.

Baca juga:  Festival Pulo Dua, Bupati Banggai Target 20.000 Pengunjung

ID Card khusus yang jumlahnya terbatas, kata dia, mestinya tidak bisa menjadi penghalang akses wartawan, karena wartawan memiliki kartu pengenal dari perusahaan media tempat bekerja masing-masing.

Tanda pengenal khusus, seharusnya hanya diberlakukan ketika terdapat tamu VVIP dengan protokol keamanan khusus seperti saat kunjungan kenegaraan presiden, wakil presiden, atau pejabat negara sahabat. “Namun, dalam skala kabupaten, tidak ada tamu berskala VVIP,” ucap Iskandar.

Ia menjelaskan, wartawan adalah pekerja pers yang harus dikecualikan dalam pembatasan setiap peristiwa publik, terkecuali terhadap informasi yang dikecualikan dalam undang undang keterbukaan informasi publik.

Baca juga:  PMI Gelar Jumbara di HUT Kecamatan Simpang Raya ke 9 Tahun

Karena itu, PWI Banggai berharap pimpinan daerah, DPRD, lembaga dan pejabat pemerintah lain, memberi ruang yang cukup terhadap seluruh wartawan yang memiliki tanda pengenal media tempat bekerja yang resmi, demi mendapatkan informasi yang dibutuhkan.  “Termasuk kebutuhan informasi dalam bentuk gambar (foto dan video),” katanya.

Iskandar juga mengingatkan para jurnalis agar selalu mematuhi protokol kesehatan, khususnya penggunaan masker secara benar di ruang peliputan publik, apalagi pada kegiatan yang melibatkan banyak orang. *

Baca juga:  Stok Beras di Pasar Simpong Kosong, Bulog Gelar Pasar Murah

(rls)

No More Posts Available.

No more pages to load.