Mengangkat Kaum Papa, Mengungkit Ekonomi

oleh -344 views
Bupati Banggai Herwin Yatim saat memanen perdana sebuah perusahaan tambak udang di Kecamatan Luwuk Timur, beberapa tahun lalu. [SANGALU/Ist]

SANGALU, Luwuk – Saban hari, Herwin Yatim terkantuk-kantuk dalam roda empat mengelilingi 291 desa. Ada kalanya, meriung dalam persamuhan bersama para calon investor.

“Saya melayani kadang sampai jam 1 malam,” katanya terkekeh.

Itulah sepintas lelahnya rutinitas harian Bupati Banggai periode 2015-2020 itu. Angka kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi sepertinya menggelisahkan pemimpin muda ini.

Kerja keras itu terlihat jelang akhir masa jabatannya, angka kemiskinan bisa ditekan di bawah 10 persen.

“Tahun 2019 kita mampu turunkan angka kemiskinan di bawah 8 sekian persen dari 13,6 persen,” katanya.

Sesuai pengalaman tim penanggulangan angka kemiskinan Provinsi Sulawesi Tengah, kata dia, menurunkan angka kemiskinan 2 digit, membutuhkan waktu sampai 5 tahun. Namun, duet Herwin Yatim-Mustar Labolo mampu mengubah “tradisi” itu.

“Di Kabupaten Banggai hanya butuh 3 tahunlah, ya memang di masa pandemi ini ada kenaikan sedikit,” ujar dia.

Mengurusi kemiskinan berkelindan dengan pertumbuhan ekonomi berikut pengangguran.

Baca juga:  Bawaslu Rekomendasikan Bupati Banggai dan Morut TMS di Pilkada 2020

Herwin menyadari ekonomi yang tumbuh harus seirama dengan kaum papa yang menurun. Lapangan kerja yang terbuka.

“Pengangguran ada penurunan dari awal pemerintahan sampai dengan 2019,” jelas dia.

Menukil data BPS Kabupaten Banggai, tingkat pengangguran terbuka tahun 2018 3 persen, kemudian tahun 2019 sebesar 2,20 persen. Capaian 2019 cukup menggemberikan dibanding 2017 yang menunjukan pengangguran terbuka pada posisi 2,94 persen.

Herwin Yatim, Bupati Banggai.[SANGALU/Ist]
Di awal pemerintahan Herwin-Mustar, pertumbuhan ekonomi sempat melejit di angka 36,8 persen, kemudian terus mengalami fluktuatif.

Herwin menggambarkan, pencapaian itu karena beberapa tahun sebelumnya investasi mengalir deras, kemudian dianalisis lagi dengan penanaman modal yang masuk tahun-tahun berikutnya, sehingga diakumulasi pertumbuhan saat itu menembus 36,8 persen.

Di masa berikutnya, model pun perhitungan demikian. Arus investasi yang masuk memengaruhi angka pertumbuhan ekonomi. Namun, kata dia, Kabupaten Banggai setiap tahun terdapat pergerakan investasi. “Saat itu memang investasi besar-besaran,” papar dia.

Baca juga:  Manfaatkan Kebakaran, 37 Warga Binaan Kabur Dari Lapas di Sigi

 

Infrastruktur Daerah

Herwin Yatim dan Mustar Labolo ketika awal menjabat mengelola APBD sekitar Rp 2 triliun.

Dalam dokumen anggaran itu, selain pendidikan dan kesehatan, infrastruktur turut dialokasikan.

Namun, Herwin mengakui, tak ada tolok ukur pasti soal infrastruktur. Peningkatan infrastruktur agak sulit bersaing dengan tingkat pertumbuhan kendaraan.

“Masyarakat dengan perkembangan yang demikian cepat dan pesat, sesuai dengan pertumbuhan ekonomi kita tidak berimbang. Penambahan kendaraan bermotor, biar kita perbaiki banyak jalan tidak terasa karen cepat aus,” ujar dia.

Selain itu, ada hal lain yang membuat pemerintah Kabupaten Banggai terkendala kewenangan, karena ruas jalan berstatus nasional dan provinsi. Namun, Herwin tak ingin berdalih sekat kewenangan itu.

Baca juga:  Situasi Politik Memanas, Bawaslu Sulteng PAW 49 Pengawas Pilkada 2020

“Itu ada, tapi kan kita tidak boleh salahkan pusat dan provinsi, kita tidak boleh berpikir begitu. Itu kan cari pembenaran,” tuturnya.

Namun, infrastruktur di bawah kendali pemerintah Kabupaten Banggai bisa dibenahi, misalnya sejumlah ruas di wilayah Kecamatan Balantak, Balantak Selatan, dan Balantak Utara, kemudian jalur 2 di Kecamatan Toili.

“Di banyak desa dan kecamatan kita support. Jembatan, jalan usaha taninya,” tuturnya.

Belakangan, sejumlah pasar modern seperti di Pasar Simpong, Batui, Pagimana Toili, Toili Barat, dan Simpang Raya. Itu dilakukan agar ekonomi bergeliat di sendi-sendi wilayah yang dikenal bergelimangan investasi ini.

“Kalau tidak pandemi ada 3 kluster pasar baru, yakni Balantak, Masama, Bunta, sama modelnya,” papar kepala daerah yang beberapa kali menyabet penghargaan itu.*

(san)

No More Posts Available.

No more pages to load.