Tolak Operasi PT ANI, Warga Blokade Jalan Menuju Tambang Nikel di Koninis

oleh -1.473 views
Puluhan kendaraan operasional PT ANI terparkir karena adanya blokade jalan oleh warga di Desa Koninis, Kecamatan Simpang Raya, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu (17/5). [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Simpang Raya – Merasa PT ANI tak mengindahkan imbauan pemerintah terkait pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sejumlah warga melakukan aksi blokade jalan menuju areal tambang nikel di Desa Koninis, Kecamatan Simpang Raya, Minggu (17/5).

Aksi itu juga dilatarbelakangi aktifitas kendaraan pengangkut nikel yang lalu lalang menyebabkan debu di areal pemukiman warga setempat. Aksi yang dimulai sejak pukul 08.00 Wita ini, tak menemukan titik temu meski telah dilakukan pertemuan antara perwakilan perusahaan dengan warga.

Baca juga: Ini Riwayat Perjalanan 3 Positif COVID-19 di Kabupaten Banggai

Sejumlah warga menjaga palang jalan yang dipasang agar kendaraan operasional PT ANI tak bisa masuk areal tambang nikel, Minggu (17/5). [SANGALU/ Ist]
Asdar, salah satu aparat Desa Koninis saat dihubungi membenarkan adanya aksi masyarakat tersebut. Dari hasil pertemuan Asdar menyebutkan, bahwa masyarakat melakukan aksi karena beberapa alasan.

Pertama, karena adanya imbauan pemerintah Kabupaten Banggai terkait permintaan menghentikan operasi sementara di masa pandemi COVID-19, namun pihak perusahaan tetap melanjutkan operasi tambang nikel.

Kedua, masyarakat merasa dirugikan dengan adanya aktifitas kendaraan karena debu dari jalanan. Sementara, pihak perusahaan pernah menjanjikan akan memberikan konpensasi, namun tak kunjung ada.

“Tapi yang saya dengar poin utamanya karena warga takut penyebaran korona. Sebab kapal-kapal nikel yang masuk itu dari Morowali,” paparnya.

Asdar mengatakan sempat dilakukan pertemuan antara masyarakat dengan pihak perusahaan untuk mencari jalan keluar, namun pertemuan itu buntu. Tak ada hasil sebab masyarakat bersikukuh perusahaan harus menghentikan operasinya sementara waktu.

“Tidak ada titik temu karena masyarakat minta berhenti operasi sementara sampai pandemi berakhir,” ungkapnya.

Dampak dari aksi masyarakat itu, puluhan kendaraan operasional perusahaan terparkir dan tak dapat keluar masuk ke areal tambang. Hingga malam ini, blokade jalan masih berlangsung. Masyarakat ogah mengijinkan kendaraan operasional perusahaan masuk ke areal tambang nikel yang akan dikapalkan ke Kabupaten Morowali tersebut.*

(van)