“Angkatan Pandemi” Lulus Semua, Berikut Penjelasan Dinas Pendidikan

oleh -2.017 views
Rudi Budaya

SANGALU,Luwuk-Menempuh pendidikan tingkat menengah di musim pandemi, cukup memudahkan siswa didik. Pasalnya, ujian nasional praktis ditiadakan. Siswa cukup melaksanakan tugas dari guru. Di akhirnya, siswa dinyatakan lulus semua.

Benarkah praktiknya seperti itu?

Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai, Rudi Budaya, menuturkan, sekolah setingkat SMP telah melaksanakan pengumuman kelulusan.

“Dan hasil pantauan kami sementara ini, semua siswa dinyatakan lulus,” katanya.

Ia menjelaskan, meskipun kegiatan pembelajaran dibatasi, tetapi untuk lulus ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

“Tetap guru-guru memberi penilaian. Dan ada sistem penilaian kelulusan,” paparnya.

Untuk lulus ada empat poin penilaian, sesuai dengan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang peniadaan ujian nasional, juga penggantian dengan ujian sekolah.

Berikut empat poin, dasar kelulusan dalam mengikuti ujian sekolah.

Pertama, portofolio nilai rapor lima semester. Semisal untuk SMP, yang dibutuhkan adalah nilai rapor dari kelas I sampai kelas III, dan untuk SD nilai rapor dari kelas IV sampai kelas VI.

Baca juga:  Pendaftar Maba UMLB Capai 500 Orang

“Untuk poin pertama, nilai rapor dirata-ratakan,” tuturnya.

Kedua, tugas-tugas yang diberikan selama semester genap atau semester VI; nantinya nilainya dirata-ratakan.

Ketiga, nilai  ujian setengah (mid) semester.

Keempat, nilai ujian semester genap akan diberikan guru sesuai model penugasan, dalam bentuk tugas atau bentuk lainnya.

“Nilai dari empat poin ini, akan dirata-ratakan. Nilainya akan jadi penentu kelulusan. Dan itu berlaku untuk semua tingkatan, baik SD,SMP, SMA/ SMK,” tuturnya, pada Senin (7/6/2021).

Ia mencontohkan, tanggal 4 Juni 2021 semua SMP di daerah ini sudah mengumumkan kelulusan.

“Sebagian  besar siswa dinyatakan lulus,” katanya.

Ia mengakui, ada satu dua orang yang dinyatakan tidak lulus, karena ada permasalahan.

“Bagi kami yang penting guru bisa mempertanggungjawabkan. Kalau memang tidak pernah sekolah selama satu tahun terakhir, siswa yang bersangkutan tak usah diluluskan,” ungkapnya.

Baca juga:  Kerja Sama UMLB-JOB Tomori, Rehabilitasi Habitat dan Ekowisata Penyu di Sinorang Pantai

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Anwar Makarim, telah mengeluarkan  Surat Edaran Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang peniadaan ujian nasional dan ujian kesetaraan serta pelaksanaan ujian sekolah dalam masa darurat penyebaran corona virus disease (Covid-19).

Surat edaran yang dikeluarkan  1 Februari 2021, ini terkait  dengan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) yang semakin meningkat.

Sehingga diperlukan  langkah responsif yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan  peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

Dalam surat edaran itu disampaikan beberapa keputusan.

Pertama, bahwa ujian nasional (UN) dan ujian keseteraan tahun 2021 ditiadakan.

Kedua, dengan ditiadakannya UN dan ujian kesetaraan tahun 2021 sebagaimana dimaksud pada angka I, maka UN dan ujian keseteraan tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Baca juga:  Kalah Teknologi, Banggai Bersaudara Hanya Jadi Perlintasan Ikan Tuna

Ketiga, peserta didik dinyatakan lulus dari satuan/program pendidikan setelah:  a; menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester. b; memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik; dan berikutnya c; mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Keempat, ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada angka 3 huruf c, dilaksanakan dalam bentuk a; portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan dan sebagainya)

b; penugasan, c; tes secara luring atau daring; dan/atau d; bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.

Kelima, selain ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada angka 4, peserta didik sekolah menengah kejuruan juga dapat mengikuti uji kompetensi keahlian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.*

(Ldc)

No More Posts Available.

No more pages to load.