Secangkir Kopi yang Tak Langsung Diteguk Bupati

oleh -1.106 views
Suasana kunjungan Bupati Banggai saat monitoring dan evaluasi ke Dinas Kesehatan, Senin (14/6/2021). [SANGALU/Ist]

SANGALU, Luwuk—Ada yang menarik dalam monitoring dan evaluasi OPD yang dilakukan Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka dan Wabup Banggai, Furqanuddin Masulili, di Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Senin (14/6/2021).

Saat itu, seseorang membawakan secangkir minuman. Secangkir kopi hangat untuk dinikmati saat melakukan monitoring.

Selang beberapa saat, kopi masih tidak tersentuh.  Bupati tetap serius mendengarkan dan menanggapi pemaparan kinerja Dinas Kesehatan, juga rencana aksi untuk 100 hari pertama.

Di dalamnya termasuk upaya mewujudkan tiga janji politik bupati, yang beririsan dengan bidang kesehatan.

Baca juga:  Bupati Minta OPD Maksimalkan Pelayanan Publik Berbasis Digital

“Ini ada konsumsi pesertanya,” serunya tiba-tiba.

Kontan ASN Dinkes yang hadir dalam pertemuan saling tatap, kemudian memastikan bahwa acara itu menyediakan konsumsi.

“Tapi mana?” tanya bupati.

“Kita mau ngopi jadi nda enak.  Saya nda akan minum, kalau (konsumsi) ibu dan bapak belum dibagikan. Bagi dulu, baru saya minum,” ujarnya.

Sontak, pernyataan Bupati Banggai ini membuat suasana yang terlihat tegang langsung mencair. Untuk sesaat, pemaparan terhenti. Penganan ringan dalam dus, dibagikan pada peserta yang duduk saling berjauhan sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19.

Baca juga:  Bupati Banggai Dukung Gubernur Tutup Semua Bandara di Sulteng

“Sudah dapat semua? Kalau sudah dapat, saya minum,” tuturnya.

Ia lantas menawarkan Kadinkes untuk minum, yang disambut dengan penolakan halus, karena sedang puasa sunnah.

“Maaf, Pak Kadis. Pak Kadis (ternyata) saat ini sedang puasa,” tuturnya, sambil kembali serius menyimak pemaparan Kadis Kesehatan.*

(Ldc)