Bupati Respons Positif Pelaksanaan Festival Sastra Banggai

oleh -582 views
Pertemuan panitia FSB 2021 dengan Bupati Banggai Amiruddin Tamoreka di kantor Bupati Banggai, Selasa (15/6/2021). [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Luwuk – Tak sampai satu bulan lagi, Festival Sastra Banggai akan dilaksanakan. Penyelenggara festival tahunan itu terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, di antaranya Bupati Banggai Amirudin Tamoreka.

Pertemuan itu berlangsung di kantor Bupati Banggai, Selasa (15/6). Panitia Festival Sastra Banggai (FSB) melaporkan kegiatan yang akan dilaksanakan pada 27-29 Juni 2021 mendatang.
“Insyaallah Bapak Bupati yang akan membuka secara langsung,” tutur Founder Babasal Mombasa, Ama Achmad.

Selama pandemi, panitia FSB mendapat tantangan dalam pelaksanaan festival, juga kerja-kerja kolektif lainnya.
Tahun ini, FSB digelar dengan format virtual dan tatap muka. Babasal Mombasa berusaha tetap hadir, mewujudkan Perjumpaan Kelima.

Baca juga:  Kapolres Bersama Dandim Patroli Pengamanan Ibadah Malam Natal

“Sejak tahun 2017 kami melaksanakan festival ini, tahun 2020 dan 2021 sangat berbeda dengan sebelumnya,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan, nantinya pelaksanaan kegiatan tatap muka akan patuh pada protokol kesehatan.

Panitia FSB menaruh apresiasi kepada Bupati Amirudin Tamoreka, yang merespons positif kegiatan yang mendorong peningkatan literasi, pendidikan, dan kebudayaan itu. Menurut Ama, hal itu menjadi pelecut semangat bagi panitia untuk bekerja.

Tahun ini dalam penyelenggaraan kelima, FSB mengusung tema besar pertemuan. Tema ini dikomposisikan dengan kerangka hubungan kelompok sosial yang berimbas pada struktur interaksi kebudayaan secara menyeluruh, terutama saat dunia dihantam pandemi.

Baca juga:  Dua Rumah Warga Balantak Selatan Roboh Diterjang Banjir

Tema ini adalah upaya membuka kembali jalan untuk bangkitnya dunia kreatif. Tidak hanya dalam festival sastra, melainkan juga musik, dan dunia pertunjukan lainnya. Temu saat pandemi adalah pemaknaan baru terhadap aktivitas tatap muka di masa sebelumnya.

“Kami percaya di antara keterbatasan, manusia akan mampu menyelinap mencari cara untuk bertemu dan terhubung,” tutur, Fatwa Djalal, produser FSB.

Karena itu, Babasal Mombasa mengambil tema Tembung: Temu yang Memaknai Jarak. “Kami berharap pertemuan-pertemuan di Festival Sastra Banggai 2021, menjadi ruang bertemu yang benar-benar membuat kita memaknai keterhubungan,” imbuhnya.

Baca juga:  Kadinkes: Benar Banggai Zona Merah, tapi Pernyataan Bupati tidak Salah

Dalam pelaksanaannya nanti, Festival Sastra Banggai 2021 melibatkan penulis-penulis, juga unsur seni dan budaya lokal. Membuka ruang seluas-luasnya bagi kreativitas kawan-kawan seniman di Kabupaten Banggai. *

(san)