Ratusan Juta THR Buruh Ternyata Raib di Tangan Pengurus TKBM Lalong

oleh -3.433 views
Aparat kepolisian dan TNI yang tergabung dalam pengamanan lebaran saat memediasi aksi bakar ban para buruh, Sabtu (8/5/2021) pagi tadi. [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Luwuk – Aksi bakar ban para buruh menuntut pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) di pelabuhan Rakyat Luwuk pagi tadi, diduga kuat karena dana yang ada telah digelapkan oknum pengurus seksi lima atau biasa disebut buruh kopra. Seksi lima ini merupakan unit kerja dari Koperasi TKBM Teluk Lalong.

Penuturan beberapa buruh bongkar muat unit seksi lima saat ditemui sangalu.com di depan sekretariat Koperasi TKBM Teluk Lalong, THR tersebut seyogyanya murni uang dari hasil simpanan buruh yang diperuntukkan untuk lebaran tahun ini. Jumlahnya berkisar Rp239 juta.

“Itu untuk 116 anggota. Jumlahnya Rp239 juta. Yang pegang itu A (inisial pengurus, red),” terang para buruh, Sabtu (8/5/2021).

Baca juga:  DPC FSBSI Banggai Bakal Dukung Calon Bupati yang Peduli Nasib Buruh

Pemberian THR kepada para buruh ini, seharusnya telah diberikan pekan lalu. Namun entah mengapa hal itu tak kunjung terjadi.

“Kami sempat dijanji hari kamis kemarin batasnya. Tapi tidak ada. Ini hari kami turun menagih,” tambah mereka.

Uang sebesar Rp239 juta untuk THR 116 anggota buruh di seksi lima, oleh oknum yang memegangnya dikatakan pula sudah tidak ada. Ia mengakui jika uang tersebut sudah habis terpakai.

Oleh karena itu, oknum A menjanjikan akan menjual rumah miliknya, untuk mengganti uang THR anggota buruh.

“Ini kami tunggu sampai jam 3 sore sebentar. Katanya si A masih tunggu hasil jual rumahnya,” aku mereka.

Baca juga:  Petugas Gabungan Putar Balik Ratusan Kendaraan di Pos Perbatasan Banggai

Salah seorang buruh mengatakan, mereka seharusnya telah menerima THR, seperti setiap tahunnya yang menjadi hak mereka.

Namun tahun ini, dimana lebaran menyisakan 4 hari lagi, THR yang merupakan hak buruh dari simpanan hasil pekerjaan mereka dan dikelola pengurus, belum diberikan.

“Kami menuntut hak kami. Itu hak kami, kenapa belum diberikan,” sebut buruh.

Aksi protes dengan membakar ban tepat di depan kantor sekretariat Koperasi TKBM Teluk Lalong itu, berlangsung hampir sejam, dari pukul 09.00 wita hingga 09.45 wita.

Baca juga:  Ketika Kampung Terpencil Memikat Pengunjung dengan Warna

Sebelum akhirnya personel Polsek Luwuk beserta pihak pengamanan di pelabuhan Rakyat Luwuk, membubarkan aksi tersebut.*

 

(jy)

No More Posts Available.

No more pages to load.