PT. Elnusa Lanjutkan Pembayaran Konpensasi Imbas Seismik

oleh -308 views
BUKTI PEMBAYARAN: Seorang petugas pembayaran konpensasi dampak seismik dari PT. Elnusa memerlihatkan bukti pembayaran ganti rugi beberapa waktu lalu. [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Batui – PT. Elnusa selaku pihak pelaksana eksplorasi Pesut Mas yang melaksanakan aktifitas seismik di wilayah Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai terus merampungkan proses ganti rugi terhadap pemilik lahan. Ganti rugi telah dilaksanakan terhadap 66 desa yang dilalui aktifitas perusahaan itu.

Humas PT. Elnusa, Muhammad Rasyid, menyampaikan bahwa proses pembayaran ini dilakukan dengan transparan, sesuai dengan data lapangan dan nilai berdasar pada aturan pemerintah daerah. Rasyid juga menambahkan, semua data lapangan telah melalui pengecekan dan validasi dari aparat desa, pemilik lahan dan pihak terkait. Meski begitu, jika masyarakat masih mengajukan keberatan, dipersilahkan untuk memberitahukan kepada pihak perusahaan.

”Kami akan segera merespon sesuai dengan aturan yang berlaku. Proses pembayaran kompensasi juga dilakukan secara langsung ke masyarakat dan disaksikan oleh aparat kecamatan, Polsek, Koramil dan aparat desa, yang dilakukan pembayaran,” jelas Rasyid melalui rilis yang diterima redaksi sangalu.com, Kamis (12/12/2019).

LANJUTKAN PEMBAYARAN: Pihak perusahaan didampingi Forkopimcam saat melakukan pembayaran ganti rugi dampak seismik beberapa waktu lalu. [SANGALU/ Ist]

Chief Humas Seismik, Bayu Suseno juga mengatakan, kompensasi ini sudah dilakukan di 66 desa atau 91 persen dari jumlah keseluruhan wilayah terdampak. Itu akan dilanjutkan ke desa lainnya secara berurutan, sesuai dengan data lapangan yang telah selesai terverifikasi.

Baca juga:  Hendak Cari Sayuran di Tepi Sungai, Pasangan Suami Istri Diterkam Buaya

“Jadi kalau ada desa yang belum dilakukan bayar dimohon bersabar karena nanti pasti akan dibayarkan,” ungkapnya.

Khusus untuk di wilayah kecamatan Batui, Bayu menjelaskan ada sebanyak 8 desa dan yang sudah dilakukan pembayaran. Yakni di Desa Kayowa, Honbola, Sisipan, Nonong, Ondo-ondolu 1, Tolando dan Lamo.

“Saat ini yang belum dilakukan pembayaran tinggal satu desa yang belum yaitu Desa Bakung. Untuk Desa Bakung direncana dijadwalkan kamis besok,” kata Bayu.

Ia menambahkan selama operasi seismik ini sudah berjalan dengan baik. Bayu juga berharap ke depan, bisa ditemukannya hasil minyak bumi dari hasil seismik ini, sehingga bisa menambah manfaat yang lebih besar untuk masyarakat sekitar dan masyarakat Kabupaten Banggai pada umumnya.

Baca juga:  Sangalu.com dapat Dana Hibah Program JERF dari Google

Sebelumnya, atas dasar protes dari masyarakat terdampak, Bupati Banggai, Herwin Yatim pada tanggal 6 Desember 2019 lalu melayangkan surat ke Exploration Bussinees Support Manajer PT. Pertamina EP di Jakarta. Isinya, Ia menyampaikan bahwa sikap pemerintah daerah akan meninjau kembali bahkan membatalkan, dukungan terhadap aktifitas survey seismik 2D dan 3D Pesut Mas SKK Migas – PT Pertamina EP.

Surat pembatalan dan evaluasi itu disampaikan bupati, sehubungan dengan aduan terkait kompensasi ganti rugi terhadap warga pemilik lahan yang terkena imbas aktifitas seismik ini, tepatnya di desa Kayowa, Kecamatan Batui. Dimana besaran tarif ganti rugi juga telah ditetapkan pemerintah daerah.

Kendati demikian, penyelesaian kompensasi ganti rugi oleh pihak pelaksana eksplorasi Pesut Mas, dalam hal ini PT Elnusa, tetap dijalankan. Meskipun bupati Banggai telah mengeluarkan surat pembatalan tersebut, yang kini menjadi perbincangan ramai publik. Rabu (11/12) kemarin, PT Elnusa kembali menyelesaikan sejumlah kompensasi ganti rugi bagi warga yang terkena imbas, di wilayah kecamatan Batui.

Baca juga:  10 Wartawan Banggai Ikut UKW dari PWI

Dalam keterangan resmi pihak PT Elnusa, dijelaskan pada awalnya, bahwa jumlah produksi minyak bumi di Indonesia, tidak sebanding dengan jumlah konsumsi nasional. Melihat kondisi tersebut pemerintah memberikan amanah melalui PT.Pertamina EP untuk terus mencari sumber-sumber cadangan baru.

Melalui anak perusahaan PT. Elnusa, saat ini PT. Pertamina EP sedang melakukan survei seismik untuk penelitian lokasi-lokasi yang diperkirakan ada kandungan minyak dan gas buminya. Salah satu blok yang di survei adalah Pesut Mas yang berada di Kabupaten Banggai dan Morowali Utara.

Proses penelitian seismik Pesut Mas ini sudah selesai pada awal Desember 2019. Saat ini, tinggal menyelesaikan proses pembayaran kompensasi kepada pemilik lahan yang terlintasi. Seperti yang dilakukan di Desa Sidomakmur, Selasa (10/12) kemarin. Proses pembayaran dilakukan di kantor Desa setempat. Proses pembayaran ini disaksikan langsung oleh Kapolsek, Danramil dan Camat Moilong.*

 

(ad)

No More Posts Available.

No more pages to load.