Polda Sulteng Tekankan Serius Tangani Kasus Tipikor Rp36,5 Miliar di Bangkep

oleh -670 views
Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Polisi Didik Supranoto SIk. [SANGALU/ Polda Sulteng]

SANGALU, Palu – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah seriusi penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan daerah tahun anggaran 2019 Kabupaten Banggai Kepulauan.

Hal tersebut untuk menampik tudingan salah satu media cyber tanggal 27 April 2021 dengan judul “Kasus dugaan korupsi kas daerah Bangkep 36 Milyar menguap, warga desak KPK turun ke Sulteng”.

“Dugaan kasus tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan daerah tahun 2019 Bangkep sudah dalam tahap penyidikan,” tegas Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Polisi Didik Supranoto dalam keterangan resmi di Palu, Selasa (11/5/2021).

Baca juga:  Malam Takbiran Aman, Kapolres Bangkep: Terima kasih seluruh masyarakat

“Penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulteng setidaknya telah melakukan pemeriksaan sebanyak 44 saksi, termasuk Bupati Banggai Kepulauan Rais D. Adam,  beberapa pejabat pemda dan pihak swasta, untuk mengetahui raibnya kas daerah sebesar Rp 36,5 miliar” sambungnya.

Dugaan kasus korupsi ini masuk tahap penyidikan sejak tanggal 12 Januari 2021 sebagaimana Surat Perintah Penyidikan nomor: SP.Sidik/07/I/2021/Ditreskrimsus,

“Polisi juga sudah melakukan penyitaan berbagai dokumen dari beberapa Dinas dan Badan dilingkungan Pemda Kab. Banggai Kepulauan,” ujarnya.

Baca juga:  Pejabat Balut dan Bangkep Diminta Ubah Pola Pikir

Mantan Wadir reskrimum Polda Sulteng ini juga mengungkapkan, penyidik telah menemukan perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan oleh Kepala BPKAD, PPKD sekaligus BUD yaitu sdr. AT, akan tetapi keberadaannya belum diketahui, karena tidak pernah menghadiri panggilan penyidik.

Penyidik masih akan melakukan koordinasi dengan BPK RI, PPATK, Jaksa pada Kejati Sulteng dan melakukan pencarian terhadap sdr. AT serta melakukan pemeriksaan tambahan saksi untuk mendukung penyidikan.

Penanganan dugaan kasus korupsi pengelolaan keuangan daerah tahun 2019 Bangkep ini, terus dikembangkan penyidik. Untuk itu, diharapkan kepada sdr. AT untuk segera memenuhi panggilan penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulteng, agar perkaranya menjadi lebih jelas dan tuntas, tutup Kabidhumas Polda Sulteng ini.*

Baca juga:  Penerbangan Batik Air tanpa Muatan Jenazah, MZR Dimakamkan di Kamumu?

 

(rls)

No More Posts Available.

No more pages to load.