Ketat di Perbatasan, Lemah dalam Kota

oleh -1.164 views
Pengunjung Luwuk Shopping Mall, Sabtu (8/5/2021). [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Luwuk – Pemerintah memberlakukan pengetatan di pintu gerbang masuk wilayah Kabupaten Banggai, tapi lupa memperhatikan kerumunan dalam kota Luwuk.

Jelang lebaran 1442 hijriah, jumlah pengunjung pusat perbelanjaan dalam kota Luwuk membludak. Bahkan, parkiran Luwuk Shopping Mall (LSM) yang biasanya lenggang pun tak cukup.

Kendaraan pengunjung sebagian harus terparkir di tepi jalan MT. Haryono dan Jl. Sugiono (belakang LSM) pun tak terhindarkan.

Jalanan dalam kota pun padat kendaraan, kerumuman pengunjung beberapa malam terakhir menjadi pemandangan tersendiri di kawasan pusat perbelanjaan tersebut.

Baca juga:  Kinerja tak Maksimal, Bupati Bakal 'Segarkan Kabinet' Terakhir Bulan Depan

Namun, tak terlihat adanya pengawasan terkait protokol kesehatan di sana. Semua terasa normal. Sebagian pengunjung masih menggunakan masker, tapi sebagian lagi terlihat cuek.

Protokol kesehatan kelihatannya hanya berlaku pada momentum kegiatan saja, tidak pada kerumunan masyarakat di pusat perbelanjaan.

Pemerintah terlihat ketat di perbatasan, tapi lemah di dalam kota. “Ini juga mudik dilarang tapi kerumunan bagini dibiarkan,” kata Ahmad, warga Luwuk, Sabtu (8/5) malam.

Meski begitu, momen membludaknya pengunjung juga berdampak positif pada pendapatan para pedagang baju dan asesoris lebaran, warung kopi dan pengusaha mainan yang ada.

Baca juga:  Klaster PT PAU, Kekuatan Perusahaan vs Kelemahan Gugus Tugas Banggai

Keuntungan lainnya juga dirasakan para tukang parkir karena banyaknya kendaraan yang datang dari luar kota. “Alhamdulillah, lumayan untuk tiga malam terkhir ini. Banyak yang beli,” terang Irma, penjual hijab di dalam kawasan LSM.*

(van)

No More Posts Available.

No more pages to load.