Basarnas Batalkan Pencarian Korban Jatuh KM Sabuk Nusantara

oleh -1.944 views
BERSIAP: Crew KM Sabuk Nusantara 59 saat mendengarkan arahan kapten kapal terkait pemberian pertolongan ke KM Eklesia, Minggu (29/12/2019). [SANGALU/ Adon]

SANGALU, Pagimana – Badan SAR Nasional (Basarnas) tidak melakukan pencarian korban jatuh dari KM Sabuk Nusantara 59 saat berlayar dari Pelabuhan Pagimana menuju Pelabuhan Gorontalo.

Hal itu dibenarkan Kepala Basarnas Palu Andrias Hendrik Johannes, dan pihak Basarnas Gorontalo, saat dihubungi Jumat (28/5) malam tadi.

Oleh pihak Basarnas Gorontalo, disebutkan bahwa peristiwa laka laut yang terjadi di kapal tol laut Sabuk Nusantara, masuk dalam wilayah perairan Pagimana. Sehingga otoritas pencarian tidak dilakukan dan diserahkan pada Basarnas Palu.

“Iya masih di perairan Pagimana, Sulawesi Tengah. Sehingga bukan wewenang kami dalam peristiwa ini,” sebut pihak Basarnas Gorontalo.

Baca juga:  Polisi Pantau Pelanggaran Prokes di Objek Wisata Banggai Brothers

Sementara kepala Basarnas Palu menyatakan bahwa pencarian oleh pihaknya sebenarnya telah siap untuk diluncurkan. Namun upaya itu tidak jadi dilakukan, setelah adanya surat tembusan dari pihak KUPP Gorontalo.

“Tadi kami terima surat tembusan dari pihak KUPP Pagimana, berasal dari KUPP Gorontalo. Bahwa pihak keluarga ikhlaskan kepergian korban,” sebut Andrias Hendrik Johannes.

Dari pernyataan keluarga korban yang dituangkan dalam surat pernyataan dan diberikan ke pihak KUPP di Gorontalo, disebutkan pula kepala Basarnas Palu bahwa pihak keluarga ikhlaskan kepergian korban karena jatuhnya korban ke laut akibat kelalaian pihak keluarga sendiri.

“Sehingganya kami hanya menginstruksikan kepada jajaran kami, agar meminta kapal-kapal yang melintasi perairan Pagimana – Gorontalo, memantau keberadaan korban. Jika memang dibutuhkan, Basarnas siap turun,” tandas dia.

Baca juga:  Jaksa Lirik Skandal Proyek IPAL Jayabakti

Sementara itu, pihak keluarga korban yang kembali coba dihubungi untuk membenarkan informasi ini, belum dapat memberi kepastian.

Adik ipar korban, Hamsah, melalui pesan WA hanya menerangkan bahwa dirinya belum dapat memastikan, apakah pihak keluarga memang telah memberi surat pernyataan mengikhlaskan korban, sehingga tak dilakukan upaya pencarian oleh Basarnas.

Hal itu dikarenakan saat ini selain mengurus korban yang belum juga diketahui kondisinya, konsentrasi pihak keluarga terpecah karena tengah mengurus salah satu orang tua korban tengah gawat dan dilarikan ke rumah sakit.

Baca juga:  Duh! Gadis 13 Tahun Dicabuli Oknum BPD di Batui

“Itu kami blm tau pak…karna kebetulan konsentrasi kluarga disini trpecah dng kejadian ini,krn bertepatan jg ibu kami masuk rumah sakit pak….,” sebut Hamsah, ipar korban.

 

(jy)

No More Posts Available.

No more pages to load.