Pasca Banjir, Petugas Bersihkan Sampah Menumpuk di Drainase

oleh -31 views
Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup saat melakukan pembersihan sampah penyumbat aliran air drainase dalam kota Luwuk. [SANGALU/ Steven Pontoh]

SANGALU, Luwuk – Pasca banjir, petugas kebersihan yang terbagi dalam dua tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Banggai turun langsung melakukan pembersihan sampah dan material lumpur di sejumlah ruas jalan dalam kota Luwuk, Sulawesi Tengah.

Ahin, selaku Kepala Seksi Penanganan Sampah DLH Kabupaten Banggai mengungkapkan petugas yang diterjunkan terbagi atas dua tim. Satu tim Gober (Got/ drainase Bersih) dari DLH, sementara satunya tim Soa Soa Pece dari Disperkimtan.

Dua tim ini memiliki tugas berbeda setiap kali hujan turun. Tim Gober fokus pada penanganan jaringan drainase. Membersihkan sampah atau lumpur yang membuat aliran air tersumbat, sementara tim Soa Soa Pece spesialis pembersihan badan jalan.

“Kalau untuk badan jalan sudah mau selesai. Tapi kami masih membutuhkan alat berat mini untuk pengerukan material lumpur di drainase,” terangnya.

Pembersihan material lumpur dan sampah di dalam kota sudah mencapai 60 persen. Meski begitu, hujan yang masih terus menyapa setiap hari menjadi kendala ke depan.

Sementara itu, Safrudin, koordinator tim Gober juga mengeluhkan adanya jaringan pipa air bersih yang tidak tertata rapi di dalam drainase. Menurutnya, itu membuat sampah dan material menumpuk hingga menutup jalur air.

“Karena drainse tersumbat sampah yang hanyut dan tertahan pipa, maka air meluber ke badan jalan. Sampah juga ikut ke jalan,” ungkapnya.

Ia berharap ke depan pemerintah dapat melakukan penataan jaringan pipa yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Luwuk. Dengan begitu, jalur air tidak terhambat lagi.

Safruddin juga meminta kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarang, sehingga ketika hujan turun, sampah tidak memenuhi drainase dalam kota.

“Persoalan sampah ini sebenarnya soal kesadaran masing-masing. Tapi saya rasa perlu juga ditopang dengan regulasi yang baik,” tutupnya.*

 

(van)