Dekan FEB UMBL Harap Prodi Bisnis Digital Divisitasi Juli

oleh -54 views
Wahyudin Rahman

SANGALU, Luwuk—Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Luwuk, Wahyudin Rahman, berharap tim asesmen dari Kemendikbud turun melakukan visitasi,  terkait kelengkapan persyaratan pembukaan Program Studi Bisnis Digital pada bulan Juli nanti.

Bisnis Digital merupakan program studi baru yang telah mendapatkan rekomendasi dari LLDIKTI Wilayah XVI Gorontalo.

Saat ini, pihaknya tengah mengunggah instrumen pembukaan program studi baru tersebut, ke laman Sistem Informasi Layanan Perizinan Kelembagaan Perguruan Tinggi (Silemkerma).

“Instrumen pembukaan program studi baru (bisnis digital) sudah diupload di Silemkerma. Instrumen itu berjumlah sekira 23 dokumen. Mulai dari ijazah dosen, akta notaris, dan dokumen lainnya,” terangnya.

Baca juga:  Ketika Mangrove jadi Sumber PAD di Banggai

Tenggat penggunggahan instrumen pembukaan program studi baru tersebut sekira 1 bulan. Nantinya setelah diperiksa di Silemkerma, pihaknya akan diberikan tiga kali kesempatan untuk melakukan perbaikan-perbaikan dokumen.

“Yang kurang nanti dilengkapi, yang tidak sesuai akan disesuaikan,” ujarnya.

Tahapan selanjutnya setelah diterima di laman Silemkerma, tim asesor akan melakukan visitasi terakhir.

“Kami harapkan pada bulan Juli nanti, tim asesor akan turun  untuk mengecek dokumen yang diajukan, apakah sesuai atau tidak dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Baca juga:  152 Maba UMLB Jalani Tes Masuk Gelombang Pertama

Bisnis Digital merupakan program studi baru, yang belum banyak dibuka di perguruan tinggi di Indonesia. Unismuh Luwuk mendirikan program studi ini dengan ciri khas tersendiri.

“Sementara disiapkan mata kuliah yang menjadi ciri khas Unismuh Luwuk Banggai, sebagaimana saran dan masukan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI Gorontalo.

Misalnya bisnis digital berbasis syariah. Hal ini agar ada ciri khusus untuk UMBL, yang berbeda dengan prodi serupa di perguruan tinggi lainnya,” paparnya.

Baca juga:  Positif Covid Bertambah, Sistem Belajar Tatap Muka Ditangguhkan

Hal lain yang juga perlu dan telah disesuaikan adalah jumlah mata kuliah dalam satu semester.

“Jumlah mata kuliah telah kami sesuaikan. Nantinya mata kuliah hanya 20 SKS dalam satu semester, sesuai dengan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka,” ujarnya.

Program studi baru ini akan menambah jumlah program studi di FEB UMLB.  Selama ini FEB UMLB telah membuka dua program studi, yakni studi akuntansi dan manajemen.*

(ldc)