Raih Proper Emas, Gubernur Minta Perusahaan di Sulteng Teladani JOB Tomori

oleh -59 views
Mewakili Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, Pjs Sekda Provinsi Sulteng, Mulyono menyerahkan sertifikat Proper Emas pertama dari Kementerian KLHK bagi perusahaan di Sulawesi kepada Section Head Environmental JOB Tomori, Arthur, Kamis (8/4/2021) di Palu. [SANGALU/ HO- JOB Tomori]

SANGALU, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola mengharapkan sejumlah perusahaan di Sulteng agar meneladani Joint Operating Body (JOB) Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi atas keberhasilan meraih proper emas dari Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK).

JOB Tomori berhasil meraih penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup dari KLHK bukan hal yang mudah. Perusahaan itu berada di puncak penilaian atas keberhasilan pada pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan di wilayah sekitar perusahaan.

Dalam sambutan gubernur yang dibacakan Pejabat sementara Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Mulyono, menyebutkan bahwa proper emas adalah bukti komitmen perusahaan dalam pembangunan berkelanjutan di bidang ekonomi, sosial dan perlindungan lingkungan yang berprinsip memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan.

Baca juga:  10 Wartawan Banggai Ikut UKW dari PWI

“Proper emas JOB Tomori merupakan prestasi luar biasa dan bisa dijadikan contoh oleh perusahaan lain di Sulawesi Tengah,” ungkap Mulyono saat penyerahan sertifikat Proper Emas di Palu, Kamis (8/4).

Mulyono mengatakan keberhasilan JOB Tomori dapat dijadikan pedoman atau teladan, bahwa perusahaan mampu berkomitmen menjaga lingkungan di daerah operasinya. Tentu, pemerintah akan selalu mendukung perusahaan agar dapat terus melestarikan lingkungan yang baik bagi masyarakat sekitar.

“Untuk itu, kami juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh stakeholder di daerah operasi JOB Tomori yang telah bersama membantu dalam meraih penghargaan tertinggi dari KLHK yakni proper emas. Tugas selanjutnya adalah mempertahankan penghargaan ini. Karenanya  dukungan dan peran dari stakeholder terus dibutuhkan dalam meraih proper emas di tahun 2021,” tuturnya.

Baca juga:  Sempat Melarikan Diri, Pelaku Ilegal Fishing Berhasil Dilumpuhkan

Acara pembukaan penyerahan sertifikat Proper Emas oleh Gubernur Sulawesi Tengah kepada management JOB Tomori, Kamis (8/4/2021) di Palu. [SANGALU/ HO- JOB Tomori]
Diketahui, pada tahun sebelumnya, JOB Tomori telah berhasil mempertahankan 3 kali proper hijau dengan melewati kriteria penilaian hitam, merah dan biru.

JOB Tomori terus memertahankan kinerja baiknya untuk menjaga citra atau reputasi perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.

Aspek utama dalam penilaian proper adalah ketaatan perusahaan dalam hal Dokumen Lingkungan, Pengendalian Pencemaran Air, Pengendalian Pencemaran Udara, Pengelolaan Limbah B3, serta Kerusakan Lahan (khusus perusahaan pertambangan).

Nah, di tahun 2020 ini, dengan adanya pandemi Covid-19, maka ditambahkan kriteria sensitivitas dan daya tanggap perusahaan terhadap kebencanaan dalam penilaian aspek pemberdayaan masyarakat.

Dalam capaian Proper Emas tahun ini, JOB Tomori berhasil mengimplementasikan dengan baik kinerja lingkungan di internal perusahaan melalui upaya dan inovasi-inovasi sektor sumber daya alam, serta kontribusi di eksternal perusahaan melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Banggai.

Baca juga:  Perusahaan Nikel Siap Masuk, DLH Mulai Sosialisasi di Masama

Program unggulan yang menjadi fokus JOB Tomori dalam meraih penghargaan Proper Emas adalah Mama Miting (Mari Bersama Menangani Stunting), Ketan Pagi (Ketahanan Pangan dan Energi) serta Siaga Kalisbatan (Komunitas Herbalis Batui Selatan).

Selain itu, Program Kebencanaan Tolak-19 juga diterapkan dengan baik. Dimana program ini mendukung warga sekitar wilayah operasi JOB Tomori untuk berperang melawan Covid-19.

JOB Tomori telah berkontribusi pada penyediaan dan penyaluran bantuan APD, dukungan wastafel portable bagi masyarakat, gerakan satu juta hand sanitizer, pemberdayaan penjahit lokal dalam penyediaan 1000 masker dan inovasi komunitas binaan dalam membuat antiseptik berbahan dasar herbal.*

 

(*/kks)