Harga Gas 3 kg Tembus Rp40 ribu, Disperindag Turunkan Tim Investigasi

oleh -1.509 views
Tim Disperindag Banggai saat meminta keterangan penjualan gas 3 kilogram ke penjual di Kecamatan Pagimana, Rabu (7/4). [SANGALU/ Anto]

SANGALU, Pagimana – Menyikapi harga gas 3 kilogram yang telah mencapai Rp40 ribu di Kecamatan Pagimana, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banggai turun langsung melakukan investigasi lapangan.

Kepala Disperindag Kabupaten Banggai, Hasrin Karim mengatakan bahwa pihaknya langsung turun lapangan pasca adanya informasi dari pemberitaan media. Meski tak turun langsung, Hasrin mengungkapkan telah menurunkan tim ke Kecamatan Pagimana yang dipimpin oleh Kabid Industri, Ardia serta Kasi Pengawasan bahan Penting, Kasman Yakin pada Rabu (7/4).

Hasil investigasi ke sejumlah desa di wilayah bagian pegunungan Kecamatan Pagimana yakni; Desa Asaan, Bulu dan Desa Ampera, ditemukan adanya penjualan gas 3 kilogram di atas Harga Eceran Tertinggi ( HET).

Baca juga:  Simalakama Warga Jayabakti, Beli Gas Bersubsidi Rp40 Ribu per Tabung

Hasrin menjelaskan bahwa dari kunjungan ke beberapa desa itu ditemukan fakta bahwa tidak ada pangkalan gas. Itu yang kemudian membuat kios yang hanya membeli gas di pangkalan yang ada di wilayah lain kemudian menjual kembali dengan harga di atas HET.

“Jadi dengan tidak adanya pangkalan di wilayah itu, maka dimanfaatkan oleh warga pemilik kios dengan menjual di atas HET. Alasannya, biaya sewa ojek dari pangkalan mahal,” terang Hasrin Karim, Kamis (8/4) via pesan singkat WhatsApp.

Selain di desa pegunungan itu, tim juga menemukan adanya penjualan gas di atas HET di Desa Jaya Bakti. Di desa dengan jumlah penduduk terpadat di Sulawesi Tengah itu, harga gas 3 kilogram dijual di kisaran Rp35 – Rp40 ribu per tabung.

Baca juga:  DKPP akan Periksa Enam Penyelenggara Pemilu Sulteng

Padahal, di desa tersebut terdapat dua pangkalan gas. Hanya saja, kuota yang disediakan ternyata tidak mencukupi. Kios yang ada kemudian membeli dari pangkalan lain yang berada di luar desa, lalu menaikan harga penjualan.

Berdasarkan temuan itu, Hasrin mengaku akan merekomendasikan kepada agen gas untuk meneliti kembali para pemilik pangkalan gas yang dianggap nakal dalam penjualan ke masyarakat. Jika terdapat penjualan gas 3 kilogram di atas Rp19 ribu maka wajib ditindak tegas dengan pemutusan kontrak sebagai agen.

Baca juga:  Tingkatkan Kompetensi Naker Lokal, DSLNG Buat Pemagangan Operator Program Apprenticeship

“Kalau ditemukan langsung putus kontraknya, lalu ganti dengan pangkalan lain. Saya juga minta bantuan masyarakat untuk melaporkan jika ada pangkalan yang nakal di Pagimana,” tutupnya.*

 

(ysn)