Gadis Berprestasi asal Masama itu Telah Pergi

oleh -2.043 views
Kenangan almarhumah Lilis Kurniawati Yusnan Rahim (25) semasa hidupnya. [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Masama – Dunia pariwisata Kabupaten Banggai layak berduka. Seorang anak muda dengan talenta dan prestasi yang cukup membanggakan di bidang seni budaya dan pariwisata itu, kini telah pergi menghadap Sang Pencipta.

Pagi tadi, sekitar pukul 09.45 Wita, kabar duka datang dari Desa Tangeban, Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai. Lilis Kurniawati Yusnan Rahim, biasa dipanggil Lilis.

Seorang gadis peraih Putri Banggai Kebudayaan tahun 2016 telah meninggal dunia setelah beberapa bulan berjibaku dengan penyakitnya.

Mungkin publik Banggai tak banyak yang mengenal sosoknya. Meski sebetulnya ia adalah tokoh besar di daerah, karena prestasi.

Ia telah memberikan banyak kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Banggai, khususnya pada sektor pariwisata.

Melihat prestasi dan talenta yang ia miliki, patut rasanya daerah merasa kehilangan sosok anak muda yang satu ini.

Sederet pestasi yang pernah diukirnya di Kabupaten Banggai tidak tanggung tanggung.

Lilis tercatat sebagai Putri Banggai Kebudayaan tahun 2016 dan Finalis Putri Pariwisata Indonesia Sulawesi Tengah pada tahun 2017.

Baca juga:  Makan Siang Bareng Jurnalis, Kapolres Banggai : Kalian adalah Pengontrol Sosial

Lilis banyak berkecimpung dalam dunia seni dan budaya melalui Sanggar Seni Rompong, dan banyak memberikan kontribusi bagi perkembangan dunia seni dan kebudayaan di Kabupaten Banggai.

Dalam karirnya, ia bahkan pernah terpilih sebagai salah satu peraga busana rancangan Designer Nasional ternama sekelas Riyani Utami, yang tampil pada Opening ceremony Indonesia Fashion Week di Jakarta Convention Center tahun 2018 silam dan ikut memperagakan Busana tenun Nambo bersama para model nasional.

Dikenal atau tidak, yang jelas namanya pernah turut serta mengangkat nama besar Kabupaten Banggai dan Provinsi Sulawesi Tengah, serta beberapa prestasi bidang pariwisata lainnya melalui berbagai even yang pernah diikuti.

Dikutip dari ungkapan akun media sosial Vian Ahmad, beberapa saat setelah kabar meninggalnya Lilis pada Selasa (25/2), disebutkan, prestasi membanggakan yang pernah diraihnya adalah The Supermodel Indonesia Best National Costume 2018, pada ajang tingkat nasional pemilihan The Supermodel Indonesia 2018 yang dilaksanakan Yayasan L John Pageant Indonesia.

Baca juga:  Bupati Banggai Umbar Janji, Siap Naikkan Upah Honorer dan Tukin

“Lilis adalah sosok yang baik, bertalenta, berprestasi. Kami akan selalu mengenangmu. Terimakasih telah menginspirasi, semoga husnul khatimah. Aamiin,” tulis Vian Ahmad.

Kabar meninggalnya Lilis sontak membuat teman dan kerabatnya merasa kehilangan. Beberapa diantaranya menulis pada linimasa akun media sosial milik Lilis.

“Selamat jalan adikku Lilis Kurniawati Yusnan Rahim, kami kehilanganmu, talentamu, segudang prestasi dan segala dedikasimu terhadap rumah kita Komunitas Seni Rompong. Selamat jalan dik. Doa kami menyertai perjalananmu menemui-Nya,” tulis akun facebook Subrata Bratha Kalape, yang diketahui merupakan salah satu pejabat di Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai.

Lilis Kurniawati Yusnan Rahim, Lahir di Desa Tangeban pada 09 Agustus tahun 1996, atau tepat 25 tahun yang lalu.

Ia meninggal dunia pada Kamis (25/2/2021) sekira pukul 09.45 Wita di rumahnya di Desa Tangeban, Kecamatan Masama, setelah berjuang melawan sakitnya sejak empat bulan terakhir.

Pada masa kecilnya, Lilis mengenyam pendidikan di SDN 1 Tangeban dan melanjutkan pendidikan di MTs N Masama. Setelah itu, Ia melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Luwuk, dan kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Univesitas Tompotika Luwuk.

Baca juga:  Wakili Ketua, Batia Sisilia Hadjar Tutup Turnamen Futsal DPRD Cup

Meski berstatus sebagai anak yatim setelah ibunya meninggal dunia, tidak membuat Lilis patah semangat untuk terus melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Kakak Kandung Lilis, Tris Rahim, menceritakan, Lilis sebenarnya sudah berada pada posisi semester 7 akhir.

Namun karena sakit yang dialaminya, Lilis kemudian mengajukan cuti kuliah pada November 2020 lalu.

“Almarhum mengalami sakit beberapa bulan terakhir, ia mengambil cuti perkuliahan pada November 2020. Awalnya, tipes, namun saat diperiksa ternyata infeksi usus yang membuat HB-nya turun drastis,” kata Tris.

Kini, Lilis telah pergi menghadap Sang Pencipta. Ia meniggalkan banyak pelajaran tentang semangat dalam hidup dan terus meraih berprestasi.

Kepergiannya meninggalkan banyak karya seni yang patut dikenang, dan dijadikan inspirasi. Serta layak memotivasi kaum muda khususnya bidang seni dan budaya di Kabupaten Banggai. (*)