Penyidik Periksa 30 Saksi Terkait Dugaan Pembobolan APBD Bangkep

oleh -76 views

SANGALU, Luwuk – Dugaan kasus pembobolan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Banggai Kepulauan tahun 2019 puluhan miliar, kini terus berlanjut. Penanganan kasus yang ditangani oleh Polda Sulteng itu telah masuk ke tahap penyidikan. Bahkan, 30 orang saksi telah diperiksa.

Hal itu sebagaimana terungkap dalam mediasi antara Direktur Reskrimsus dan Irwasda Polda Sulteng bersama sejumlah pengurus Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulteng usai melaksanakan aksi unjuk rasa di depan kantor Polda Sulteng, Senin (18/1/2021) sebagaimana dilansir Banggai Raya.

Baca juga:  Polres Banggai Turunkan Water Cannon Semprot Desinfektan di Luwuk

Dalam mediasi yang dilangsungkan di kantor Polda Sulteng itu, melahirkan empat poin. Pertama, dugaan kasus pembobolan APBD Bangkep tahun 2019 tersebut, telah berlanjut pada tahapan penyidikan.

Kedua, bahwa pada 26 Desember 2020, Ditreskrimsus Polda Sulteng juga telah mengutus tim penyidik sejumlah 7 orang dan telah memeriksa 30 lebih orang sebagai saksi.

Ketiga, ada salah satu saksi yang saat ini sedang dalam proses pencarian alias DPO. Yakni Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Bangkep, yang sekaligus merangkap Bendahara Umum Daerah, Achmad Thamrin.

Baca juga:  Puluhan Miliar APBD Bangkep Diduga Raib, Kepala BKAD Menghilang

Dan yang terakhir adalah bahwa terkait dugaan kasus tersebut, Kapolda Sulteng menaruh atensi khusus berkaitan dengan kasus ini.

Ketua Umum IPBK Palu-Sulteng, Ruslin Zakaria menegaskan, bahwa pihaknya bersama teman-teman yang bernaung dalam organisasi kepemudaan itu, akan terus mengawal proses dugaan kasus tersebut.

“Kami terus kawal dugaan kasus itu hingga tuntas,” kata Yeyen sapaan akrab Ruslin Zakaria, Selasa (19/1/2021),

Diketahui, saat melakukan unjuk rasa di depan kantor Polda Sulteng, pengurus IPBK Palu-Sulteng mendesak Polda Sulteng untuk segera mengusut tuntas dugaan pembobolan kas daerah pada tahun anggaran 2019.

Baca juga:  Pesta Miras, Tujuh Warga Moilong Digelandang Polisi

Tidak sampai di situ, massa aksi mendesak pihak kepolisian untuk menangkap dan mengadili pelaku dugaan kasus tersebut.*

 

(*/rdk)