Takar Kerawanan di Pilkada Banggai

oleh -20 views

SANGALU, Luwuk – Menjelang pelaksanaan Pilkada Banggai 2020 di masa pandemi Covid-19 ini, Bawaslu Banggai kembali mengundang sejumlah stakeholder terkait di daerah untuk menyatukan persepsi dan komitmen dalam menyukseskannya.

Rapat koordinasi yang diselenggarakan di salah hotel di kota Luwuk itu, dihadiri Plt Ketua Bawaslu Banggai Saiful Saide, anggota sementara Bawaslu Banggai Sutarmin Ahmad, Wakapolres Banggai Esriyati Ndese, Kasdim 1308/LB Red Abner Patombo, unsur Pemda Banggai, akademisi, insan pers, perwakilan masing-masing peserta Pilkada, serta sejumlah undangan lainnya.

Sejumlah kerawanan yang mengancam suksesnya pelaksanaan Pilkada Banggai, menjadi pembahasan. Seperti rendahnya penerapan protokol kesehatan baik oleh peserta Pilkada di berbagai tahapan, stok dan penyaluran logistik pemilu, netralitas ASN serta pihak lainnya yang dilarang terlibat dalam politik praktis, hingga peta kerawanan wilayah dalam pelaksanaan Pilkada.

Sutarmin D Ahmad, selaku anggota sementara Bawaslu Banggai yang juga merupakan anggota Bawaslu Sulteng, dalam paparannya mengatakan bahwa dalam rangka pencegahan terhadap terjadinya pelanggaran pada Pilkada Banggai, serta menjalankan amanat undang-undang, Bawaslu Banggai beserta jajarannya telah melaksanakan beberapa metode pencegahan.

Baca juga:  Terancam di Pilkada Banggai, Ini Kata Herwin Yatim soal Lantik Pejabat

Seperti penyampaian himbauan, meliputi himbauan terkait dengan netralitas ASN, TNI, POLRI, Kepala Desa dan Perangkat Desa, himbauan terkait dengan tahapan, serta Himbauan terkait hal-hal lainnya berkenaaan dengan larangan. Kemudian permintaan keterangan adanya temuan hasil pengawasan serta adanya informasi awal dugaan pelanggaran diterima oleh Bawaslu Banggai dan jajarannya.

Pelaksanaan sosialisasi meliputi pelaksanaan sosialisasi kepada ASN, Kepala Desa dan Perangkat Desa, sosialisasi kepada mahasiswa dalam rangka peningkatan pengawasan partisipatif, serta sosialisasi dalam rangka pembentukan Desa Pengawasan Partisipatif serta Desa Anti Politik Uang.

Baca juga:  Listrik Sering Padam, Emak-emak Galau Curhat ke Amirudin Tamoreka

“Secara total, jumlah himbauan yang telah diberikan Bawaslu Banggai sebanyak 102 kali. Permintaan keterangan 71 kali. Sosialisasi 65 kali. dan lain-lain sebanyal 12 kali,” sebutnya.

Selain melakukan langkah-langkah pencegahan dimaksud, Bawaslu Banggai juga telah melakukan langkah-langkah lainnya, seperti pembentukan posko pengaduan Daftar Pemilih, layanan pengaduan tahapan pencalonan, layanan pengaduan pembentukan PPK, PPS, KPPS, layanan pengaduan pelanggaran netralitas ASN, serta layanan pengaduan Daftar Pemilih Online.

Dalam pengawasan tahapan Pilkada dimana saat ini masuk dalam tahapan kampanye, data terakhir di 31 Oktober 2020, Sutarmin D Ahmad menyampaikan jika Bawaslu Banggai telah menemukan paling tidak 16 kali kampanye peserta Pilkada yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Dan jumlah itu diyakini jauh lebih melambung di masa aktif kampanye jelang masa tenang.

Baca juga:  Dandhy Nayoan, Angin Segar Milenial di Pilkada Banggai Laut 2020

“Ini yang harus kita awasi bersama. Seluruh peserta Pilkada bisa benar-benar mematuhi protokol kesehatan guna mencegah terjadinya klaster baru akibat Pilkada,” tandasnya.*

(jy)