LSM GAM : Amdal PT CMR Wajib Transparan ke Publik

oleh -39 views
Pengerjaan jetty salah satu perusahaan di wilayah Siuna, Pagimana (foto : Sangalu)

SANGALU, Luwuk – Sebuah perusahaan pertambangan nikel bakal kembali hadir berinvestasi di wilayah kabupaten Banggai, tepatnya di kecamatan Pagimana dan Luwuk Timur.

Diketahui jika saat ini, rencana masuknya PT Core Mineral Resources, perusahaan tambang nikel itu, oleh pihak berkompetensi tengah dibahas penilaian dokumen amdal nya.

Telah banyaknya masuk perusahaan-perusahaan pertambangan di wilayah kabupaten Banggai, dan tak sedikit berdampak buruk pada lingkungan, memantik perhatian kalangan aktifis terkait akan masuknya satu lagi perusahaan tambang nikel, yang bahkan mencakup dua wilayah administrasi kecamatan. Pagimana dan Luwuk Utara.

Baca juga:  'Abis Bagate', Cewek 18 Tahun Tepar di Jalan

Muh Akli Suong, sekretaris LSM GAM Banggai, Selasa (17/11) menegaskan bahwa dalam pemberian ijin amdal pada PT Core Mineral Resources, pihak-pihak berwenang khususnya pemerintah daerah, harus bisa memberikan tranparansi kepada publik.

“Sudah berapa luas lingkungan kita yang rusak karena masuknya pertambangan. Hal ini terkesan luput dari pengawasan kita semua. Mengapa? Karena masuknya mereka seolah-olah memang seperti sengaja ditutup-tutupi,” sebut Akli.

Sehingganya, untuk menghindari pengrusakkan lingkungan yang lebih parah, pengawasan bersama-sama dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah, bijak untuk dilakukan.

Baca juga:  Pamit Mandi, Wanita 68 Tahun Ditemukan Tewas Tengkurap di Sungai

“Jangan hanya dibahas, dipelajari, lalu disetujui oleh pihak-pihak yang hanya tahunya teori di atas meja. Pengawasan langsung itu sangat penting untuk kebenaran apa dampak lingkungan yang bisa dihadirkan,” lanjut Akli.

Begitu pula berbicara keterlibatan dua wilayah administrasi kecamatan yang akan dijadikan lokasi operasi PT Core Mineral Resources.

Akli mengharapkan keterbukaan batas-batas ijin lokasi bisa dibuka seluas-luasnya kepada masyarakat. Untuk menghjndari permasalahan lahan, yang juga kerap muncul dalam kehadiran investasi di daerah ini.

Baca juga:  Ricuh, Karyawan Sawindo vs Petani di Batui Nyaris Adu Jotos

“Dua hal itu harus bisa dipublikasikan terbuka pada masyarakat luas. Jika tidak, saya yang juga berbicara atas nama warga Luwuk Timur, menolak hadirnya investasi ini di wilayah kami,”tegas Akli.

“Kami juga berharap instansi hukum seperti kepolisian dan kejaksaan, bisa dilibatkan dalam masuknya investasi pertambangan, dalam hal mengawasi apakah perijinannya lengkap atau sekedar formalitas semata yang tentu saja melanggar hukum,”tandasnya.*

(jy)