Waduh, Pipa Migas Pertamina EP di Area KP II Bakal Dicabut Paksa

oleh -235 views
Warga Sentral Timur, Rusman, pemilik lahan yang dilalui jalur pipa migas milik Pertamina EP, di Desa Dongin, Kecamatan Toili Barat.[SANGALU/MARHUM]

SANGALU, Toili – Merasa geram karena adanya pipa migas milik Pertamina EP Donggi-Matindok Asset 4 di Lahan miliknya, warga Sentral Timur Kecamatan Toili, Rusman berencana akan menurunkan alat berat jenis eksavator.

Turunnya alat berat di lahan yang terletak di Desa Dongin tersebut bukan utuk membersihkan lahan sawit miliknya, melainkan pihaknya berencana nekat akan menggali pipa (KP II) yang tertanam tanpa izin kepada pemilik lahan yang telah terjadi beberapa tahun lalu itu jika dalam waktu dekat ini tidak ada etikad baik dari pihak Pertamina EP.

” Ini sudah tidak bisa dibiarkan, perusahaan sudah tidak menghargai saya sebagai orang yang berhak atas kepemilikan lahan itu,” ujar Rusman, Selasa (29/9/2020) pada Sangalu.com dikediamannya.

Baca juga:  Suprapto: Saya Tidak Ingin Ada Pembiaran Hak Rakyat Diambil Pertamina EP

Ia menjelaskan, upaya-upaya musyawarah telah ditempuhnya agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara kepala dingin. Namun niat tulusnya itu justru tidak berbanding lurus dengan respon yang diberikan oleh perusahaan plat merah tersebut. Padahal, pihaknya telah mengantongi dokumen lengkap dan sah sebagai pemilik lahan tersebut.

“Atas masalah ini saya yang dirugikan, saya yang direpotkan, tapi perusahaan yang menikmati asas manfaat dari lahan saya, apa begini prilaku perusahaan BUMN kepada masyarakat,” ucap dengan kesalnya.

Baca juga:  Pamit Mandi, Wanita 68 Tahun Ditemukan Tewas Tengkurap di Sungai

Merasa lelah atas janji-janji yang diberikan oleh pihak Pertamina EP, Rusman berkesimpulan untuk mempertahankan haknya dengan berniat mengeluarkan pipa milik Pertamina EP yang tidak senonoh menggunakan lahan miliknya.

” Itu hak saya, dan saya wajib pertahankan. Kalau mengaku perusahaan negara harusnya faham prosedur dan norma ketika menggunakan lahan yang bukan miliknya,” tandasnya.

Pada Sangalu.com, dirinya mengaku dala dekat ini akan menurunkan alat berat tersebut, dan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa setempat. Sebab, dirinya tidak ingin menunggu lebih lama lagi respon dari Pertamina EP.

Baca juga:  SKK Migas dan KKKS Kalsul Gelar Webinar Bersama Jurnalis

Sayang, hingga berita ini diterbitkan, pihak Humas PT Pertamina EP Ikhsan saat dihubungi via WhatsApp tidak menggubris perntanyaan jurnalis Sangalu.com. Pesan yang dilayangkan kepada Humas tersebut yang bertanda dua centang biru (telah dibaca), hanya saja tidak ada balasan yang diberikan.

(aum)