Wabup Banggai Hadiri Upacara Peringatan HKP Secara Virtual

oleh -87 views
Wabup Mustar Labolo saat mengahadiri upacara Hari Kesaktian Pancasila bersama Forkopimda Banggai. [SANGALU/IST]

SANGALU, Luwuk – Wakil Bupati Banggai Drs. H. Mustar Labolo, M.Pd Mewakili Bupati Banggai menghadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila (HKP) dengan tema Indonesia Maju Berdasarkan Pancasila, Kamis (1/10/2020).

Upacara tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Umum Kantor Bupati Banggai, turut hadir pada kesempatan tersebut unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kab. Banggai, Staf Ahli Bupati, Asisten 1 2 3, para Kepala OPD, dan Seluruh Kabag di lingkungan SETDA kab. Banggai.

Pada kesempatan itu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang dilaksanakan di halaman Monumen Pancasila Sakti, kompleks Lubang Buaya, Jakarta Timur, yang dihadiri oleh seluruh Pejabat Pemerintahan, baik pemerintah Pusat, Kota, Daerah dan Kabupaten di seluruh Indonesia secara Virtual.

Baca juga:  Jika Maju Independen, Herwin - Mustar Sosok Pemimpin Paling Berani

Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tersebut tetap dengan prosedur protokol kesehatan COVID 19 yaitu menggunkan masker dan jaga jarak.

Setelah selesai mengikuti upacara Kesaktian Pancasila secara virtual, Wakil Bupati Banggai H. Mustar Labolo dalam sambutannya menyampaikan hari Kesaktian Pancasila memiliki makna sebagai usaha untuk membentengi peranan Pancasila sebagai dasar negara serta juga sebagai ideologi bangsa. Pancasila mempunyai peran yang sangat penting sebagai dasar utama Negara Indonesia. Untuk mengatur dalam penyelenggaraan ketatanegaraan yang mencakup keamanan, politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Baca juga:  Bupati Banggai Bersama Wabup Puji Penampilan Bryce Adam

“mudah-mudahan dibawah pengawalan pengamanan TNI – Polri dan semua jajaran pejabat tinggi Negara, Lembaga Negara dalam kesatuan Negara Rebublik Indonesia bersatu teguh kita patrikan bagi kita semua dan generasi-generasi kedepan bahwa Negara Republik Indonesia walaupun berbeda suku agama ras dan golongan semua dipersatukan dalam Ideologi pancasila, Perbedaan dalam masyarakat merupakan keberagaman Indonesia yang dapat dirangkai dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika” tutur Wakil Bupati yang akrab di sapa Buya.

 

(aum/rls)