Tolak Cipta Kerja di Hari Sumpah Pemuda

oleh -19 views

SANGALU, Luwuk – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) sekretariat Unismuh Luwuk, menggelar aksi unjuk rasa di momen Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10), di kota Luwuk.

Lokasi unjuk rasa dipusatkan di bundaran Adipura, dengan aksi orasi menuntut sejumlah hal yang dinilai program pemerintah tak berpihak pada rakyat.

Salah satu point tuntutan SMI yang kembali digaungkan, yakni pencabutan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja. Sebagai bagian dari Gerakan Rakyat dan Mahasiswa (GERAM), para pengunjuk rasa ini menegaskan bahwa SMI juga telah lama mengkampanyekan penolakan Undang-undang itu.

“Namun rezim hari ini seolah tutup mata dan tak memperdulikan suara penolakan rakyat,” teriak salah satu orator aksi.

Baca juga:  Cewek 20 Tahun Ditemukan Setengah Bugil di Pantai Kuntang

Selain menuntut pencabutan Undang-undang Cipta Kerja, massa aksi juga menuntut dihentikannya represifitas gerakan, perlawanan pada pembungkaman demokrasi, membebaskan seluruh peserta aksi yang ditahan saat aksi penolakan Omnibus Law.

Kemudian, terwujudnya pendidikan gratis di masa Pandemi, melawan kapitalisasi pendidikan, mencabut UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 dan UU PT Nomor 12 Tahun 2012, melawan pasar bebas, serta jaminan kesehatan gratis bagi seluruh rakyat.

Solusi yang ditawarkan SMI bagi kesejahteraan rakyat dalam aksi unjuk rasa kali ini, berupa perwujudan reforma agraria sejati, nasionalisasi aset-aset strategis di bawah kontrol rakyat, membangun industrialisasi Nasional yang kuat dan mandiri, serta wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan tertib dengan pengawalan pihak kepolisian, hingga saat ini masih terus berlangsung.*

Baca juga:  Jalan Berlubang di Desa Bunga, Punya Siapa?

(jy)