Polisi Bubarkan Massa Aksi Penolakan UU Omnibus Law dengan Gas Air Mata

oleh -964 views
Massa aksi penolakan RUU Omnibuslaw Ciptakerja berhamburan usai menerima tembakan gas air mata oleh aparat kepolisian di Teluk Lalong, Kamis (8/10). [SANGALU/ Steven Pontoh]

SANGALU, Luwuk – Memanas. Polisi bubarkan massa aksi yang melakukan orasi penolakan pengesahan UU Omnibus Law Ciptakerja di depan Gedung DPRD Banggai dengan menembakkan gas air mata. Massa aksi yang ada pun berhamburan ke arah Luwuk Shopping Mall.

“Setingannya adalah aksi damai tapi tidak tau kenapa so ada tembakan gas air mata,” terang salah satu massa aksi sambil terus berlari, Kamis (8/10).

Ratusan massa aksi dibubarkan paksa karena beberapa diantaranya dianggap anarkis. Mereka yang tidak diperkenankan masuk oleh aparat keamanan pun melempar batu.

Baca juga:  Aktifitas Bongkar Muat PT ANI Tak Libatkan PBM

Lemparan itu yang kemudian memicu aparat bertindak dengan menembakkan gas air mata. Selain aparat kepolisian, aparat TNI juga turun tangan melakukan pengamanan.

Massa aksi yang terdiri dari sejumlah organisasi kemahasiswaan dan kelompok buruh pun berhamburan. Beberapa diantaranya sempat pingsan. Bahkan, beberapa korlap juga sempat diamankan aparat kepolisian akibat aksi tersebut.

Belum diketahui berapa banyak massa aksi yang diamankan polisi, namun aksi penolakan pengesahan UU Omnibus Law Ciptakerja pun berakhir. Massa aksi membubarkan diri dan kembali ke markas masing-masing.*

Baca juga:  DPP Golkar Rekomendasikan Obama Bangun Komunikasi Politik di Banggai

(van)

Video: Penolakan UU Omnibus Law di Luwuk