Kecolongan, 19 Nakes BRSUD Luwuk Kontak Langsung dengan Pasien Covid-19

oleh -10.427 views
Ilustrasi Tenaga Kesehatan. [DetikNews]

SANGALU, Luwuk – Sebanyak 19 tenaga kesehatan (Nakes) di Badan Rumah Sakit Umum Daerah (BRSUD) Luwuk kecolongan saat menangangi pasien Covid-19. Akhirnya, mereka pun harus diperiksa dengan pengambilan sampel swab, Rabu (30/9) malam.

Informasi kecolongannya pihak RSUD Luwuk ini diungkapkan dr Ramla Tongko, dokter spesialis paru yang selama ini bergelut dalam penanganan pasien Covid-19 di Kabupaten Banggai.

Dalam postingan facebook-nya, dr Ramla Tongko menyebut bahwa setelah 7 bulan berada di masa pandemi, Ia akhirnya melakukan swab sambil nahan sedih. Sebab, 19 rekan sejawat tenaga kesehatan kontak langsung dengan pasien tanpa standar Covid-19.

“Boleh dikata, ini kasus kecolongan ke 2,” tulisnya.

Pasien tersebut awalnya dipikir bukan Covid-19, kareba tidak ada eiwayat perjalanan, tidak ada riwayat kontak, dan gejala satu-satunya hanya demam 3 hari dengan hasil pemeriksaan NS1 positif (rapid tes untuk DBD).

Baca juga:  Toyota Tarik 5,84 juta unit Kendaraan di Seluruh Dunia

Sehingga oleh dokter UGD, tulis Ramla, didiagnosis sebagai DBD. Pasien ini tidak dilakukan Rapid Tes Covid di UGD, karena di RS kami Rapid Tes Covid sangat terbatas. Sehingga tidak semua pasien dilakukan screening rapid tes Covid-19.

Berawal dari Diagnosis DBD itu, akhirnya pasien dirawat di perawatan “biasa” bukan perawatan isolasi. Pasien ini akhirnya pindah ruang perawatan, dari bangsal ke ruang perawatan VIP.

Setelah pasien dirawat 2 hari, barulah muncul kecurigaan ke arah Covid. Setelah perawatan hari ke 2, baru dilakukan rapid tes covid dan pemeriksaan foto thorax dan ternyata hasil rapid tes Reaktif, serta foto thorax Pneumonia.

Selajutnya, barulah pasien berubah status menjadi suspek dan dirawat sesuai protokol Covid-19, kemudian dilanjutkan dengan Swab Tes.

Baca juga:  Amir Tamoreka: Yang Jadi Bupati Sudah Ditentukan Allah SWT

Beberapa waktu lalu keluarlah hasil swab pasien dengan hasil Positif.

“Saat saya menerima hasil tersebut, rasanya langsung lemas, langsung berpikir berapa banyak Petugas RS yg terpapar dengan pasien ini? berapa banyak keluarga mereka di rumah yang bisa jadi korban?”.

Kemarin, saat melakukan swab terhadap mereka, saya berusaha untuk tidak terlihat sedih di depan mereka, agar mereka juga kuat, tambah Ramla dalam tulisannya.

Cuma bisa berdoa, semoga Allah selalu melindungi mereka dan keluarga mereka di rumah. Semuanya sehat dan hasilnya negatif.

Ramla juga berpesan, kepada seluruh maayarakat agar dapat saling menjaga. Tolong patuhi protokol kesehatan supaya pandemi ini segera berakhir.

Baca juga:  Deklarasi KNPI versi Abdul Azis, Rizal: Penguatan OKP atau Upaya Perlawanan?

Ia kemudian menutup postingannya dengan harapan hasil swab semua petugaa kesehatan yang hari ini tiba si Labkes Palu, spesimennya dinyatakan negatif. Sebab, jika positif maka akan ada pelayanan di BRSUD Luwuk yang ditutup.

Terpisah, Kepala BRSUD Luwuk, dr Yusran saat coba dikonfirmasi belum terhubung. Sementara, Kadis Kesehatan Banggai, dr Anang Otoluwa justru bertanya soal apa. Namun, ketika disebutkan soal 19 nakes yang kontak langsung dengan pasien Covid-19, Ia pun membenarkan.

“Oiya, karena gejalanya memang dominan DBD. Hasil rapid tes DBD juga positif,” ungkapnya, Kamis (1/10).

Terkait kekurangan alat rapid tes, dr Anang tak menepisnya. Ia hanya mengatakan bahwa hari ini Dinkes akan salurkan 100 kit alat rapid tes ke BRSUD Luwuk.*

 

 

(van)