Hari Ini, KPU Terbitkan SK Penetapan WinStar sebagai Paslon Ketiga di Pilkada Banggai

oleh -1.077 views
Paslon petahana bupati dan wakil bupati Banggai, Herwin Yatim & Mustar Labolo. [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Luwuk – Setelah melalui proses panjang lewat jalur PT TUN Makassar. Pasangan calon (Paslon) petahana bupati dan wakil bupati Banggai, Herwin Yatim – Mustar Labolo akhirnya siap bertarung di Pilkada Banggai.

Penetapan KPU Banggai terkait paslon WinStar dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) pada tanggal 23 September 2020 lalu, dicabut. Itu setelah gugatan paslon yang diusung PDI-P, PKS dan Perindo ini dikabulkan PT TUN Makassar.

Komisioner KPU Banggai, Alwin Palalo mengungkapkan bahwa KPU Banggai telah melaksanakan pleno dan menyatakan menerima putusan PTTUN untuk menetapkan paslon WinStar sebagai calon bupati dan wakil bupati Banggai di Pilkada Banggai.

“Berdasarkan hasil pleno, dengan bersandar pada regulasi, khususnya Undang-undang nomor 1 tahun 2016 pasal 154 ayat 11 dan 12,” kata Alwin Palalo, Sabtu (24/10).

Baca juga:  Buaya Lalong Akhirnya Menampakkan Diri di Markas GAM

Alwin juga menjelaskan bahwa hasil pleno juga mendasari hasil konsultasi dengan KPU di atasnya. Atas dasar itulah, KPU Banggai menyepakati tidak lagi melakukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung. Tapi langsung menindaklanjuti putusan PT TUN.

“Hari ini, kita akan keluarkan SK penetapannya,” tegas Alwin.

Dengan penetapan WinStar sebagai paslon petahana yang memenuhi syarat, maka peserta Pilkada Banggai 2020 menjadi tiga kandidat.

Ketiga kandidat tersebut selain paslon WinStar yakni; paslon Sulianti Murad – Zainal Abidin Alihamu (Hatimu) yang diusung Gerindra dan PAN, serta paslon Amiruddin Tamoreka – Furqanuddin Masulili (AT FM) yang diusung NasDem, PKB dan Golkar.

Komisioner KPU Banggai, Alwin Palalo. [SANGALU/ Sofyan Taha]

Penetapan TMS ‘By Design

Baca juga:  Bertemu Ketum PBNU, Ini Pembahasan Bersama Amirudin Tamoreka

Penetapan paslon WinStar sebagai salah satu kandidat paslon di Pilkada Banggai ternyata tidak begitu mengejutkan banyak orang. Salah satunya ialah pegiat lingkungan dari LSM Gabungan Aktifis Manthailobo (GAM) yang dikomandani Idhin Massa.

Idhin menjelaskan bahwa penetapan WinStar sebagai paslon yang TMS oleh KPU Banggai pada 23 September 2020 lalu terkesan ‘by design‘. Mengapa? Karena dalam tahapan Pilkada Banggai, ada beberapa hal yang janggal, menurutnya.

Beberapa hal itu ialah tahapan pendaftaran hingga penetapan. Dimana, KPU Banggai sempat menerima dan menyatakan bahwa berkas paslon WinStar telah memenuhi syarat sebagai paslon bupati dan wakil bupati Banggai.

Namun, pada penetapan keduanya ditetapkan tidak memenuhi syarat. Inilah yang disebutnya ganjil, dan Ia bersepakat dengan putusan PT TUN.

Baca juga:  Polisi Geledah Kediaman AT, Ternyata ini Penyebabnya

Berbeda halnya, jika KPU Banggai menetapkan paslon WinStar bersyarat pada penetapan kemarin. Maka gugatan bisa muncul dari dua paslon lainnya.

“Ini sejak awal sudah saya bilang by design. Karena kalau paslon lain yang menggugat hasilnya pasti lanjut kasasi. Itu sama halnya dengan kejadian di Pilkada Boalemo, Gorontalo. Makanya di sini KPU harus tetapkan TMS, supaya gugatan kasasi itu haknya KPU,” ungkap Idhin.

Dengan adanya pernyatakan KPU Banggai bahwa menerima putusan PT TUN Makassar, maka semua pihak harus legowo. Pilkada Banggai diikuti tiga pasangan calon.

“Suka atau tidak suka itulah putusannya, semua harus terima. Selamat bertarung WinStar,” tutupnya.*

(van)