Dewan Kesenian Banggai Kampanyekan Protokol Kesehatan lewat Teatrikal

oleh -268 views
Salah satu adegan teatrikal pemberian masker kepada salah satu pengunjung yang lupa membawa masker datang ke Warkop Dang Mangge, Kamis (22/10). [SANGALU/ Steven Pontoh]

SANGALU, Luwuk – Melihat kesadaran masyarakat yang masih kurang terhadap penerapan protokol kesehatan dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Banggai, Dewan Kesenian Banggai bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Banggai, Kejaksaaan dan JOB Tomori melaksanakan kampanye lewat penampilan teatrikal bertema ‘Suara yang tak Berjarak’.

Bertempat di Warkop Daeng Mangge, perwakilan Dewan Kesenian Kabupaten Banggai, Subrata Kalape mengungkapkan kegiatan yang dilaksanakan itu, tetap memerhatikan protokol kesehatan.

Kegiatan tersebut juga diharapkan jadi kampanye penerapan protokol kesehatan bagi masyarakat dengan gaya baru.

Ia menjelaskan mengapa harus memilih tempat kampanye teatrikal di Warung Kopi (Warkop), karena warkop adalah ruang publik yang menjadi titik kumpul orang banyak.

Sementara, imbauan pemerintah saat ini, larangan itu masih diperuntukkan bagi kegiatan pesta, kampanye dan lainnya.

“Tapi larangan bagi warkop belum ada. Warkop masih diijinkan buka dengan syarat tetap memerhatikan protokol kesehatan,” kata Subrata, Kamis (22/10) malam.

Oleh karena itu, Dewan Kesenian Banggai tetap konsisten menjalankan dan mengkampanyekan protokol kesehatan. Dengan begitu, diharapkan sosialisasi dapat tersampaikan dengan baik ke khalayak ramai.

Area External & Government Relation Supervisor, Ahmad Sodikun, menjelaskan bahwa pihaknya mendukung penuh setiap kegiatan mengkampanyekan protokol kesehatan dalam memerangi pandemi Covid-19.

Baca juga:  2021, Bupati Herwin Dorong Jargas Masuk Kintom dan Nambo

Sejak awal pandemi masuk Indonesia, kata Ahmad Sodikun, JOB Tomori telah berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

“Dalam lingkungan perusahaan kami, mekanisme kerja itu diatur seketat mungkin untuk menghindari penyebaran pandemi ini,” terang Ahmad Sodikun.

Ia juga mengatakan, pandemi Covid-19 memang banyak mengubah gaya masyarakat. Memakai masker, cuci tangan dan bisa saling curiga.

Namun, yang disayangkan adalah sampai saat ini masih ada masyarakat yang apatis, ada yang cuek. Masa bodoh dan tidak mengindahkan protokol kesehatan.

“Kami dari perusahaan menyambut baik rencana untuk berkampanye terkait upaya pencegahan covid-19 ini dengan gaya baru,” tuturnya.

Ahmad Sodikun juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banggai, Masnur SH, MH, yang telah mengkoordinir kampanye protokol kesehatan bekerjasama dengan Dewan Kesenian Banggai.

Baca juga:  Kapolsek Bualemo Minta Masyarakat Jaga Kondusifitas Jelang Pilkada 2020

“Kita berterima kasih kepada ibu kajari dan dewan kesenian Banggai yang punya metode baru dalam mengkampanyekan sosilisasi protokol kesehatan,” paparnya.

Menurut, Ahmad Sodikun, kampanye dengan slogan berupa tulisan 3M, kadang hanya selesai dibaca. Namun kurang diterapkan dalam kehidupan.

“Oleh karena itu JOB Tomori selalu mendukung kegiatan kampanye kesehatan, sejauh itu bersifat positif,” ungkapnya.

Sementara itu, Kajari Banggai Masnur SH, MH, sebelum membuka kegiatan secara resmi turut menyampaikan, sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan sesuai dengan Peraturan Bupati terkait penerapan protokol kesehatan di Kabupaten Banggai.

“Alhamdulillah saya sebenarnya ingin menyampaikan sosialiasi protokol kesehatan, namun selama ini kami hanya berupa teks. Saat ini dengan ‘media yang lain’ (teatrikal), saya berharap dapat berjalan dengan baik,” terangnya.

Masnur, menjelaskan pelaksanaan protokol kesehatan ini sebenarnya sudah ada perbup-nya. Di dalamnya sudah ada sanksi. Tapi dalam penerapannya belum berjalan baik.

“Jadi, dalam perbup-nya itu ada sanksinya bagi perorangan, pengusaha dan perusahaan/ kantor,” kata Masnur.

“Cara pakai masker pun ada caranya. Dari hidung menutupi hingga mulut. Mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” sambungnya.

Baca juga:  Ramadhan dan Ujian COVID-19

Sanksinya pun ada untuk pelanggar perorangan, pelaku usaha dan lainnya. Bagi perorangan mulai dari sanksi tertulis, sanksi sosial berupa kerja sosial menyapu jalan atau push up.

“Nah, kalau sanksi sosial tidak juga jera, maka ada namanya sanksi denda. Untuk perorangan itu maksimal Rp1 juta,” jelasnya.

Kemudian untuk pelaku usaha seperti caffe atau warkop dan lainnya, juga diwajibkan melaksanakan 4M. Yakni, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Jadi pelaku usaha juga wajib menjalankan itu. Kalau misalkan ada pelanggan yang datang tidak pakai masker, maka pelaku usaha wajib memberikan masker,” terangnya.

Sementara untuk sanksi bagi pelaku usaha yang melanggar yakni berupa denda bagi pelaku usaha. Denda maksimal Rp1,5 juta. Sanksi beratnya ialah penghentian ijin usaha.

“Saat ini, pemerintah dari Satpol-PP, Kepolisian dan TNI sudah mulai menerapkan penindakan itu. Jadi jangan lupa terapkan 4M,” tutupnya.*

(van)