Polda Sulteng Ungkap Dua Kasus Narkoba Dalam Sehari

oleh -86 views
Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto, SIK didampingi Dirresnarkoba Kombes Pol. Aman Guntoro, SIK saat konfrensi pers dihadapan awak media di Lobi Polda Sulteng, Selasa (8/9/2020) . [SANGALU/IST]

SANGALU, Palu-Genderang perang terhadap peredaran narkotika dan obat obatan terlarang di Sulawesi tengah terus ditabuh jajaran Ditresnarkoba Polda Sulteng.

Tepat pada Jumat (4/9/2020) Pukul 14.00 Wita tim Ditresnarkoba berhasil melakukan penangkapan di Bengkel “ABE” jalan Garuda Palu dengan tersangka inisial SSW (32 ) yang merupakan karyawan swasta, yang beralamatkan di Jalan Garuda Kelurahan Birobuli Utara Kecamatan Palu Selatan yang diketahui menguasai narkotika jenis sabu sebanyak 21,28 gram.

Masih dihari yang sama pukul 18.30 Wita Tim Ditresnarkoba Polda Sulteng kembali menangkap seorang laki-laki inisial MP (27) di Jalan Asam III Kelurahan Kabonena Kecamatan Ulujadi Palu, berikut barang bukti yang ditemukan didalam kaleng wafer berupa 17 bungkus sabu sekitar kurang lebih 50 gram dan 12 bungkus sabu sekitar kurang lebih 1 gram atau total 891,35 gram.

Baca juga:  Dua Pejabat Utama dan Kapolres di Sulteng Berganti

Hal itu disampaikan oleh Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto, SIK didampingi Dirresnarkoba Kombes Pol. Aman Guntoro, SIK saat konfrensi pers dihadapan awak media di Lobi Polda Sulteng, Selasa (8/9/2020).

Lebih jauh Didik menerangkan dari tersangka MP inilah diketahui pemilik sabu 891,35 gram adalah saudara FA (29) dengan alamat Jalan Mayampae Perum Griya Baliase Bumi Mulia Desa Boya Baliase Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi.

Malam itu juga FA dilakukan pengejaran dan hasil Kerjasama dengan Polres Parigi Moutong saudara FA berhasil ditangkap di wilayah Kabupaten Parigi Moutong pada saat akan melakukan perjalanan ke Poso.

Baca juga:  Safari Jumat, Kapolres: Saling Menjaga, Tetap Ikuti Protokol Kesehatan

“Untuk diketahui saudara FA ini adalah Narapidana dalam kasus narkoba dan telah dijatuhi hukuman 8 tahun 2 bulan, karena adanya pandemi covid-19 sehingga mendapat bebas bersyarat atau asimilasi pada bulan maret 2020 lalu, hukuman tersebut rupanya tidak membuat jera yang bersangkutan,” terang Didik.

Penyidik saat ini terus melakukan pengembangan terhadap jaringan FA yang sudah diketahui identitasnya, doakan semoga tim kami dapat segera menangkapnya,” tambah mantan Wadir Reskrimum ini.*

 

aum/rls