Misi Perdamaian, Polisi asal Luwuk Berangkat ke Sudan kala Istri Hamil Tua

oleh -2.245 views
Bripka Henry Krizmantho Polaka, salah satu anggota Brimob Polda Sulteng yang terpilih menjadi pasukan perdamaian PBB di Sudan, Afrika. [SANGALU/ Henry]

SANGALU, Luwuk – Gejolak jiwa berkecamuk dalam benaknya. Entah harus senang atau sedih pada kondisi ini. Pria kelahiran Luwuk, 16 Juli 1986 ini menjadi orang pertama dari Korps Brimob asal Luwuk yang terpilih mengemban tugas mulia dalam misi perdamaian di timur laut Benua Afrika.

Tapi di sisi lain, polisi berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) itu, juga harus meninggalkan dua anak dan istri yang tengah menanti masa lahiran anak ketiga mereka, bulan ini.

Henry Krizmantho Polaka adalah anggota Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) asal Luwuk yang terpilih sebagai salah satu dari tujuh personil, perwakilan Brimob Sulteng di pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Menempa diri dengan latihan keras bersama tim, Alumni SMAN 2 Kendari itu akhirnya diberangkatkan ke Sudan, Jumat (4/9) sekira pukul 22.00 WIB (23.00 Wita). Bripka Henry tergabung dalam regu FPU 12 United Nations African Union Hybrid Mission in Darfur (UNAMID).

Bripka Henry saat hendak naik ke pesawat khusus yang akan membawanya ke Sudan, Jumat (4/9) malam. [SANGALU/ Henry]
Suami dari Mayangsari I Bakari itu, diberangkatkan ke Sudan bersama 70 personil polisi lainnya. Ayah dari Balqis Aurelia Polaka (7) dan Attar Arrayan Polaka (2) ini masuk dalam gelombang pertama pemberangkatan pasukan perdamaian PBB ke Sudan dalam misi UNAMID.

Baca juga:  Proyek Bencana di Pangkalasean, Diduga Terjadi Markup

“Pemberangkatan terbagi dalam dua gelombang. Yang pertama malam ini dan gelombang kedua tanggal 26 September nanti,” ungkapnya via pesan singkat kepada sangalu.com.

Mantan PS. Paops Kompi 2 Yonif B Pelopor Satbrimob Sulteng ini menjelaskan bahwa pemberangkatan pasukan perdamaian PBB asal Indonesia terbagi atas dua gelombang yang terdiri dari Kepolisian dan TNI.

Pada gelombang pertama malam ini, 70 personil polisi dalam misi UNAMID diberangkatkan ke Sudan, sementara 120 polisi dan 20 tentara ke Afrika Tengah dalam misi MINUSCA (United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic).

Sementara untuk gelombang kedua dengan pemberangkatan pada tanggal 26 September 2020 sebanyak 270 personil pasukan perdamaian PBB. Itu terdiri dari 70 personil polisi dalam misi UNAMID ke Sudan, kemudian 20 personil polisi dan 180 personil tentara ke Afrika Tengah dalam misi MINUSCA.

Baca juga:  Polda Sulteng Umumkan Hasil Seleksi Sekolah Inspektur Polisi

“Pemberangkatan ada dua kontingen. 140 personil pada misi FPU 2 MINUSCA dan 140 personil pada misi FPU 12 UNAMID,” jelas warga Jalan Nelayan, Kelurahan Nambo Bosaa, Kecamatan Nambo ini.

Dari jumlah itu, kata Bripka Henry, terdapat 36 anggota Polisi Wanita. 20 Polwan dalam misi UNAMID di Sudan, sementara 16 lainnya dalam misi MINUSCA.

Meski mendapatkan kepercayaan mengharumkan nama Indonesia di negara lain, Bripka Henry sejatinya harap-harap cemas akan keberangkatannya. Sebab, ayah dua anak ini tengah menanti kelahiran anak ketiganya yang tinggal menghitung hari.

“Doakan yang terbaik kawan. Istri saya dijadwalkan operasi cesar hari Selasa (8/9) depan. Tapi sebagai abdi negara, saya harus berangkat untuk menjalankan tugas,” katanya, setelah gambar hendak naik ke pesawat khusus United Nations terkirim via messanger.

Bripka Henry Krizmantho Polaka, saat mengabadikan momen bersama istri dan dua buah hatinya. [SANGALU/ Henry]

Kekerasan Meningkat di Sudan Selatan

Misi penjaga perdamaian PBB di Sudan Selatan hari Rabu (2/9) mengumumkan akan mengerahkan pasukan ke bagian selatan negara itu yang dilanda perselisihan. Kekerasan meningkat setelah pemberontak bersenjata bentrok dengan warga sipil dan pekerja bantuan.

Baca juga:  Ketahuan Bawa Sabu, Oknum Honorer Satpol PP Diciduk Polisi

Pengerahan pasukan helm biru dilakukan untuk membangun pos baru di Central Equatoria pasca serangan terhadap konvoi bantuan kemanusiaan pekan ini yang menewaskan dua warga sipil. Penyergapan di pinggir jalan di wilayah yang sama pada akhir Agustus menewaskan enam pengawal wakil presiden.

Utusan khusus PBB David Shearer mengatakan pasukan penjaga perdamaian akan mendirikan pangkalan di Lobonok, sekitar 110 kilometer tenggara ibu kota Juba, di wilayah yang mengalami kebangkitan bentrokan sengit antara pemberontak dan pasukan pemerintah.

“Ini akan memungkinkan kami melindungi daerah itu,” ujar Shearer, kepala Misi PBB di Sudan Selatan (UNMISS), sebagaimana dilansir voaindonesiacom.

Peningkatan kekerasan itu dituding dilakukan oleh National Salvation Front (NAS), gerakan pemberontak yang aktif di wilayah Equatoria yang lebih luas, dipimpin mantan wakil panglima militer Thomas Cirillo.

NAS mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan di dekat Lobonok terhadap pengawal Wakil Presiden James Wani Igga. Tetapi, Igga tidak ikut dalam konvoi itu dan tidak terluka.*

 

(van/voa)