Komisi II DPRD Banggai Minta Operasi Pertamina EP Dihentikan Sementara

oleh -234 views
Komisi II saat melakukan hearing bersama PT Pertamina EP dan Pemerintah Kecamatan Toili dan Pemdes Tohitisari dan Saribuana, Selasa (8/9/2020). [SANGALU/IST]

SANGALU, Luwuk -Bau menyengat yang kerap mengganggu kenyamanan masyarakat Kecamatan Toili tepatnya Desa Tohitisari dan Saribuana mendapat perhatian serius oleh DPRD Kabupaten Banggai.

Hal itu dibuktikan melalui Komisi II yang menghearing Pertamina EP pada Selasa (8/9/2020) terkait kasus ‘bau menyengat’ yang keluar dari pipa perusahaan plat merah itu.

Pada pertemuan yang dihadiri oleh pihak PT Pertamina EP Donggi-Matindok Field Asset 4 itu, Camat Toili Andi Rustam Dj Pettasiri beserta dua kepala desa terdampak bau menyampaikan unek-unek masyarakatnya.

“Bau menyengat dari pipa yang keluar, itu sudah diambang batas. Bagaimana masyarakat kita ini. Masyarakat di dua desa tidak bisa tidur,” tandas Camat Toili dengan kesal.

“Mohon pihak perusahan bisa diseriusi, karena sangat berbahaya. Saya mohon dapat diperhatikan dan diseriusi,” lanjutnya.

Sementara itu, Kades Tohiti Sari, Akadun menyampaikan bahwa kasus bau menyengat yang dikeluhkan warganya itu, pada tanggal 6 Agustus 2020 lalu, dan sebelumnya pihak Pertamina EP telah memberikan tanggapan yang memuaskan masyarakat. Tapi pada faktanya, usai ditemui pihak Pertamina EP, di hari yang sama dirinya serta beberapa warga diundang oleh Kejaksaan.

Baca juga:  Ilegal Loging Marak di Bualemo, Tiga Truk Ditahan Polhut

“Saat ini dugaan masyarakat ke pemrintah desa telah terjadi suap. Karena kasus ini beberapa hari surut atau tidak ada tanggapan. Karena kasus ini tidak terealisasi penyelesaiannya,” sebut Kades Akadun.

Sehingga melalui hearing kali ini di DPRD, Kades Tohiti Sari berharap semua bisa diselesaikan. Baik bau menyengat yang dikeluhkan warga, hingga mengembalikan kepercayaan warga pada pemerintah desa.

“Kami sangat berharap, rapat ini bisa melahirkan keputusan,” ungkap Akadun.

Senada, Kades Saribuana, I Wayan Sergiawan berharapkan PT Pertamina bisa menyelesaikan masalah bau menyengat dari pipa mereka.

“Bagaimana caranya agar ada upaya nyata Pertamina membuat warga menjadi senang. Tentang bau menyengat itu, kami selama ini mengelabui warga. Bahwa itu bau lumpur pasang surut (laut),” katanya.

Usai mendengar penjelasan Camat Toili serta dua Kades lokasi “bau menyengat”, aleg DPRD asal PAN, Ibrahim Darise, memberikan komentar yang juga menyengat pada Pertamina EP.

Baca juga:  Tiga Warga Toili Hanyut, Satu Ditemukan Meninggal Dunia

Menurutnya, bau menyengat itu merupakan sebuah pencemaran lingkungan yang jadi ancaman terhadap masyarakat sekitar.

“Harus ada kompensasi. Karena warga sudah mengeluh gangguan pernafasan. Perusahaan ini (Pertamina EP), saya tidak tahu, tapi harus memberikan harapan-harapan untuk pembangunan yang berdampak positif terhadap lingkungan sekitar,” sebutnya.

Kerusakan lingkungan akibat kebocoran pipa milik Pertamina EP, dinilai Ibrahim Darise, juga bisa berdampak lebih serius ke banyak sisi lainnya. Seperti pencemaran tanah, yang juga ujung-ujungnya warga yang dirugikan.

Lebih tajam, Ibrahim Darise mengusulkan agar PT Pertamina EP dapat menghentikan sementara operasionalnya. Hingga permasalahan ini dapat diatasi.

“Dihentikan sementara operasi perusahaan, untuk menjaga lingkungan.
Karena seluruh invenstasi dikuasai oleh negara, itu juga untuk kepentingan masyarakat,” ucap dia.

Syarifudin Tjatjo, politisi Golkar juga memberikan pendapatnya. Bahwa harus ada langkah- langkah yang dilakukan perusahaan. Karena meski tak apa permasalahan dalam hal investasi, dampak lingkungan dan kepentingan masyarakat harus diperhatikan perusahaan.

Baca juga:  Puluhan Paket Proyek Senilai Rp2,5 Miliar Belum Dibayar

“Langkah-langkah untuk tidak menciptakan korban. Perusahaan bisa bertanggung jawab dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, termasuk berkaitan dengan CSR. Kami selalu bersama-sama rakyat. Apa yang menjadi keluhan rakyat, maka itu menjadi kewajiban kami untuk menindaklanjutinya,” ujar Om Arif, sapaan akrabnya.

Berbicara mewakili Pertamina EP, Dika Anggoro selaku Legal Officer kemudian meminta waktu untuk segera menyelesaikan masalah keluhan ‘bau menyengat’ dari kebocoran pipa milik mereka.

“Ijinkan kami untuk berbuat, dalam melakukan upaya menyejukkan hati rakyat. Kami akan koordinasi kembali, dan kami akan lebih tingkatkan koordinasi,” pintanya.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu apa yang menjadi kepentingan dan kebutuhan warga,” lanjut Dika.

Sebagai kesimpulan hearing komisi II terhadap Pertamina EP, akan dilakukan peninjauan langsung ke lokasi. Oleh DPRD Banggai, pihak Pertamina EP juga diminta untuk bisa sesegera mungkin menyelesaikan masalah ini.*

 

(jy)