Kepergok Hadiri Deklarasi Paslon Gubernur, Dosen Untad Dilaporkan ke KASN

oleh -1.262 views
Ruslan Husen, Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah. [SANGALU/ Nurlela]

SANGALU, Palu – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas sebagai tenaga pendidik di Universitas Tadulako (Untad), dilaporkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tengah (Sulteng) ke Komisi ASN.

Pria ini dilaporkan karena kepergok menghadiri deklarasi salah satu pasangan calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah.

Padahal, sejak awal Bawaslu Sulteng sudah mewanti – wanti agar Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak terlibat dalam kegiatan politik baik secara langsung maupun tidak langsung.

Namun, masih ada saja ASN yang nekat melakukan aksi main mata dengan cara menghadiri kegiatan politik bakal pasangan calon yang akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 9 Desember tahun 2020.

Baca juga:  Terjun ke Dunia Politik, Giring 'Nidji' Syukuran di Rumahnya

Ketua Bawaslu Sulteng, Ruslan Husen mengatakan, dari hasil pengawasan kegiatan politik bakal pasangan calon, ada oknum akademisi Univeristas Tadulako (Untad) Palu kedapatan menghadiri deklarasi bakal pasangan calon.

Oknum akademisi tersebut diketahui bernama Abdul Rahim, dosen Fakultas Hukum Untad.

Berdasarkan data lapangan, Ia dipergoki pengawas menghadiri deklarasi pasangan Rusdi Mastura –Ma’mun Amir yang digelar pada Kamis, tanggal 3 September 2020.

“Yang bersangkutan hadir dalam dalam deklarasi. Menggunakan masker dengan gambar bakal pasangan calon. Walapun masker itu dia buka tutup, tapi dari saksi pengawas meyakini bahwa dia memakai masker bergambar Bapaslon,” kata Ruslan Husen sebagaimana dilansir Sultengterkini.com, Sabtu (12/9).

Baca juga:  Ini Penegasan Presiden RI bagi Warga yang Tak Mendapat Bantuan

Selain itu, lanjut Ruslan Husen, di hari yang sama, saat yang bersangkutan menjemput anaknya, anaknya juga terlihat memakai kaos bergambar bakal pasangan calon Rusdi-Ma’mun.

Dari temuan itu, lanjut Ruslan Husen, Bawaslu kembali melakukan penelusuran rekam jejak yang bersangkuan di media sosial. Hasilnya, Bawaslu menemukan jejak Abdul Rahim menyukai (like) tanda gambar bakal pasangan calon.

“Jadi dari empat fakta tersebut diyakini yang bersangkutan melanggar asas netralitas sebagai ASN yang ditunjang dengan saksi dari pengawas yang melihat secara langsung didukung dengan foto,” ungkapnya.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil kajian, kasus tersebut memenuhi unsur pelanggaran netralitas ASN dalam pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020. Kasus tersebut telah diserahkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) pada Jumat, tanggal 11 September 2020.

Baca juga:  DPC PKB Banggai Target Sumbang 10 Ribu Suara DPR RI

“Hasil penanganan Bawaslu kemarin tanggal 11 September muncul status terpenuhi unsur pelanggaran. Dokumen pelanggarannya berupa surat dengan kajian dan bukti diteruskan ke komisi ASN di Jakarta,” jelasnya.

Menurut Ruslan Husen, sejak dimulainya tahapan pelaksanaan Pilkada 2020, Bawaslu Sulteng telah menangani sebanyak 46 kasus pelanggaran netralitas ASN.

Dari jumlah tersebut sebanyak 21 kasus telah ditindaklanjuti oleh KASN dalam bentuk rekomendasi sanksi kepada ASN yang terbukti tidak netral.

“Sisanya 25 kasus masih proses di Komisi ASN,” pungkasnya.*

 

(ela/st)