Jalur Pipa Masih Bermasalah, Pertamina EP Diminta Bayar Lahan Warga

oleh -299 views
Warga Sentral Timur, Rusman, pemilik lahan yang dilalui jalur pipa migas milik Pertamina EP, di Desa Dongin, Kecamatan Toili Barat.[SANGALU/MARHUM]

SANGALU, Toili – Selain permasalahan sertifikat lahan warga yang belum dikembalikan, diduga PT Pertamina EP salah satu KKKS dari SKK Migas ini juga belum membayarkan lahan perkebunan milik salah satu warga Kecamatan Toili yang telah dilalui jalur pipa beberapa tahuh lalu.

Seperti yang telah diungkap oleh warga Desa Sentral Timur Kecamatan Toili, Rusman kepada jurnalis Sangalu.com. yang mana dirinya mengaku bahwa lahan miliknya yang terletak di Desa Dongin Kecamatan Toili Barat telah tertanam pipa milik perusahaan PT Pertamina EP tanpa sepengetahuannya.

Rusman menjelaskan, awalnya sekira tanggal 20 November 2014, dirinya secara tidak sengaja menemukan pipa gas milik PT Pertamina EP diatas lahan miliknya. Sehingga selang tiga hari dari itu tepatnya pada 23 November 2014 dirinya melaporkan kasus tersebut kepada Camat Toili Barat.

Baca juga:  Warga Hadang Kedatangan Pekerja PT DS-LNG dan Pertamina EP di Banggai

“Setelah melalui proses panjang, terkait dokumen kepemilikan lahan tersebut, akhirnya pihak PT Pertamina EP Bapak Ali Syahbana mengakui bahwa lahan tersebut sudah clear dan benar-benar milik saya,” tutur Rusman, Senin (31/08/2020).

Menindaklanjuti hal tersebut, Ali Syahbana bersama Kepala Desa Dongin Asgap Abdullah (saat ini mantan kades) mengunjungi kediamannya untuk membicarakan harga lahannya yang telah dilalui jalur pipa perusahaan plat merah tersebut. Namun lagi-lagi pembahasan buntu tanpa kesepakatan dari harga yang ditentukan.

” Setelah melewati jalur komunikasi yang cukup panjang, Ali Syahbana dan saya telah menyepakati harga lahan. Tapi saya hanya mendapatkan janji akan dibayar, karena kata dia Pertamina tidak mungkin membohongi masyarakat. Namun nyatanya sampai saat ini saya belum juga dibayarkan,”tambahnya.

Baca juga:  Bangunan Eksternal Pabrik PT SASL Terbakar

Ia menjelaskan bahwa lahan miliknya tersebut seluas 2 Hektare yang telah tumbuh tanaman sawit diatasnya. Dengan telah ditanami pipa migas, sejumlah tanaman sawit miliknya telah dicabut oleh pihak perusahaan.

“Meski sudah ditanami pipa, hingga saat ini saya masih terus membayar pajak lahan itu sesuai dengan luas utuhnya,” paparnya.

Ia berharap, pemerintah dapat memfasilitasi dan memperjuangkan hak masyarakatnya. Terlebih, PT Pertamina EP merupakan perusahaan berstatus BUMN yang harusnya dapat mensejahterakan masyarakat dilingkar tambang, bukan justru mengambil hak masyarakat.

Humas PT Pertamina EP Donggi-Matindok Iksan, saat dikonfirmasi terkait lahan tersebut, menyarankan agar jurnalis Sangalu.com sekiranya dapat menanyakan kepada Kepala Desa Dongin atau Mantan Kepala Desa.

Baca juga:  Jangan Sampai Salah Merek!!!

” Saya kira klo tanah yg di klrm pak Rusman itu silahkan di tanyakan ke kades dongin termasuk mantan,” ujar Iksan melalui akun WhatsAppnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Dongin Ansyar Makka mengatakan bahwa lahan yang diklaim milik atas nama Rusman adalah benar telah dilalui jalur pipa milik Pertamina EP dan hingga saat ini belum dibayarkan oleh pihak perusahaan.

” Iya, kalau di Dongin masih dua lahan yang belum dibayarkan, salah satunya Bapak Rusman. Karena lahan tersebut telah dilalui jalur pipa tanpa sepengetahuan pemilik lahan,” tutur Ansyar Makka.*

 

aum