Genit Bu Anisa Ciptakan Generasi Emas di Wilayah Puskemas Toili II

oleh -124 views
Kepala Puskesmas Toili, Sutanyo. S.Km

SANGALU, Toili – Demi menerapkan program penyelamatan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Puskesmas Toili II menjalankankan Gerakan Nikah Sehat, Ibu dan Bayi Lahir Selamat (Genit Bu Anisa) untuk menciptakan generasi emas.

Kepala Puskesmas Toili II, Sutanyo S.Km menyampaikan kesehatan merupakan kebutuhan dan hak setiap insan, hal ini bisa dicapai bila masyarakat baik secara individu maupun kelompok berperan serta untuk meningkatkan kemampuan hidup sehatnya. Sebab, keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Perlu diketahui, lanjut Sutanyo, calon ibu merupakan semua wanita dalam masa reproduktif yang akan mengalami kehamilan, remaja putri, wanita dewasa yang belum menikah, wanita yang sudah menikah dan sedang mempersiapkan kehamilan.

Proses program Genit Bu Anisa di Puskesmas Toili II. [SANGALU/IST]
” Remaja wanita yang akan memasuki jenjang pernikahan perlu dijaga kondisi kesehatannya. Dalam program ini, para remaja diberi pengertian tentang hubungan seksual yang sehat, kesiapan mental dalam menghadapi kehamilan dan pengetahuan tentang proses kehamilan dan persalinan, pemeliharaan kesehatan dalam masa pra dan pasca kehamilan,” ujarnya, Kamis (17/9/2020).

Baca juga:  Hindari Karantina, Warga Tataba dari Morowali Kelabui Gugus Tugas COVID-19

Setelah itu, pemeriksaaan kesehatan penting bagi calon ibu sebelum hamil dimasa prakonsepsi, melakukan persiapan 3 hingga 6 bulan sebelum kehamilan, dengan demikian tubuh calon ibu siap menerima kehadiran janin dan menjalani kehamilan yang sehat.

Banyak wanita hamil lebih memperhatikan asupan makanan ketika hamil saja, namun studi terbaru menunjukkan bahwa diet sehat yang dilakukan jauh sebelum kehamilan lebih dapat mengurangi resiko bayi lahir cacat. Diet sehat sebaiknya tidak hanya dilakukan pada saat masa kehamilan saja, namun sejak sebelum kehamilan.

Sejumlah calon ibu saat mengikuti program Genit Bu Anisa. [SANGALU/IST]
” Persiapan kehamilan sangat diperlukan bagi seorang perempuan yang akan merencanakan kehamilan. Persiapan kehamilan ini diperlukan guna mendukung terciptanya kehamilan yang sehat dan menghasilkan keturunan yang berkualitas yang didambakan oleh keluarga.” tambahnya.

Menurut catatan Puskesmas Toili II, Angka Kematian bayi di wilayahnya menurut profil Puskesmas tahun 2017 sebesar 5 per 535 kelahiran hidup, di tahun 2018 jumlah AKB 1 per 541 kelahiran hidup dan di tahun 2019 jumlah AKB 4 dari 624 kelahiran hidup.

Baca juga:  Polisi Geledah Kediaman AT, Ternyata ini Penyebabnya

” Sedangkan data angka kematian ibu di wilayah Puskesmas Toili II dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 tidak ada kematian ibu hamil, ibu bersalin dan ibu nifas.” paparnya.

Kata dia, Posyandu Prakonsepsi merupakan program penyelamatan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sehingga dampaknya diharapkan akan berkelanjutan pada kesehatan ibu hamil sampai anaknya berumur 2 tahun (baduta). Posyandu Prakonsepsi diwilayah Puskesmas Toili II berjumlah 27 posyandu yang tersebar di 1 Kelurahan, 24 Desa, dan 2 subdesa.

” Adapun tujuan program ini agar memperoleh pernikahan yang sehat dan berkualitas, meningkatkan cakupan peserta Posyandu Prakonsepsi, endapatkan kehamilan yang sehat dengan rutin memeriksakan diri ke bidan dan dokter puskesmas. Serta persalinan yang terencana dilakukan difasilitas kesehatan dan ditolong oleh tenaga kesehatan dan enurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi baru lahir,” pungkasnya.

“Program Genit Bu Anisa ini kita jalankan sejak 2017, dan dilaksanakan di Kantor Urusan Agama kecamatan Toili, Puskesmas Toili II, Posyandu Prakonsepsi di wilayah Puskesmas Toili II, Posyandu Ibu Hamil di wilayah Puskesmas Toili II, Pustu, Poskesdes, Polindes di wilayah Puskesmas Toili II,” tambahnya lagi.

Baca juga:  Pasangan Lansia 100 Tahun Miskin di Toima Bunta, Tak Dapat Bantuan Pemerintah

Selanjutnya, adapun mekanisme pada saat ada kegiatan SUSCATIN di KUA, pihak KUA menghubungi Kepala Puskesmas dan ditindaklanjuti dengan kedatangan pihak puskesmas ke kantor Urusan Agama Kecamatan Toili. Dan kegiatan SUSCATIN dihadiri oleh Kepala KUA, Kepala Puskesmas Toili II, Bidan Pelaksana dan pihak terkait (imam Desa).

Serta pihak KUA memberikan waktu untuk melakukan penyuluhan dan pemeriksaan kepada peserta calon pengantin. KUA memberikan surat pengantar untuk melakukan imunisasi Catin di Puskesmas kepada peserta yang telah menikah dan belum mempunyai anak dianjurkan untuk mengikuti kegiatan Posyandu Prakonsepsi di masing-masing Desa.

Ibu hamil dianjurkan untuk memeriksakan kehamilannya di Posyandu, Pustu, polindes, poskesdes dan petugas kesehatan desa memeriksa kehamilan (ANC) serta ibu hamil dianjurkan untuk melahirkan disarana kesehatan (Poned Puskesmas Toili II).

 

aum