Gelar Dialog Publik, Gen Millenial Banggai Hadirkan Para Ketua Pemenangan Cakada

oleh -86 views
Logo kegiatan Dialog Publik yang diselenggarakan Gen Millenial Banggai.[SANGALU/IST]

SANGALU, Luwuk – Gen Millenial Banggai menggelar Dialog Publik pada Selasa (22/9/2020) sekira pukul 19.30 hingga 22.00 Wita di Ruang Pertemuan Estrella Hotel Luwuk.

Kegiatan dengan tema “Catatan Kaki Perjalanan Demokrasi Menuju Pilkada Banggai 2020″ akan dihadiri oleh KPU Banggai, Bawaslu Banggai, para praktisi hukum Ormas, OKP dan sejumlah Organisasi Mahasiswa.

Dalam dialog publik ini, Panitia mengundang Ketua-Ketua Tim Pemenangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Banggai Tahun 2020.

Ketua Gen Millenial Banggai yang akrab disapa Ryo Ins, menyampaikan keyakinannya melalui media ini, bahwa kegiatan ini akan menjadi wadah keteladanan masyarakat Kabupaten Banggai dengan hadirnya para tokoh teladan.

Baca juga:  Anwar Hafid Minta Menkes Terapkan Usulan Kebijakan Tarif BPJS

” Mereka Ibu Batia Sisilia Hadjar, Ibu Masnawati dan Pak Fuad Muid,” ujar Ryo.

Ryo mengakui gagasan ini lahir dari niatan komunitasnya untuk menyediakan wadah dan kegiatan yang mampu mengedukasi secara langsung kepada publik, yang berangkat dari kekisruhan dan kegaduhan media sosial sudah sangat tidak bisa ditolerir.

“Meninggalkan kebiasaan buruk hingga komunitasnya begitu yakin kalau figur mereka bicara langsung di tempat yang sama secara terbuka ini akan mampu membangun situasi berdemokrasi yang lebih dewasa,” paparnya lagi.

Ditanya soal ide pokok melibatkan KPU dan Bawaslu ini, Ryo menambahkan rencana tersebut bukan sebuah kesalahan untuk menghadirkan penyelenggara. Justru menurut dia, pihaknya membantu tugas penyelenggara untuk melakukan sosialisasi dan upaya pendidikan politik dari perspektif penyelenggara.

Baca juga:  Situasi Politik Memanas, Bawaslu Sulteng PAW 49 Pengawas Pilkada 2020

Terlebih, terkait tema yang bertajuk catatan kaki Demokrasi, Ryo menekankan pihaknya belajar dari histori dan sejarah, sehingga kedepan nantinya semua pihak semakin baik dalam menyelenggarakan pesta demokrasi, yang tidak hanya KPU dan Bawaslu termasuk Parpol, tapi media dan seluruh lapisan masyarakat.*

 

(aum/rls)