Bandara SA Amir Luwuk Beroperasi Ditengah Sejumlah Maskapai Cancel Flight

oleh -643 views
Bandara Syukuran Aminuddin Amir Bubung, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Luwuk – Adanya surat edaran Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola M.Si dengan nomor 440/519/Dis.Kes yang mengharuskan para pelaku perjalanan menunjukan hasil PCR Swab negatif covid-19, tanpa terkecuali di Bandar Udara Syukuran Aminudin Amir (SAA) Luwuk Kabupaten Banggai.

Sebagai sikap mentaati surat edaran tersebut, sejumlah maskapai penerbangan membatalkan penerbangan ke Luwuk Banggai. Meski begitu, menurut salah seorang pejabat UPBU SA Amir Luwuk, Kautsar bahwa UPBU tetap beroperasi dan melaksanakan tugas dan fungsinya.

Kautsar menjelaskan, pelaksanaan tugas dan fungsi UPBU SA Amir Luwuk tetap beroperasi sebagaimana mestinya, hanya saja dirinya mengakui sejumlah maskapai penerbangan dari dan ke Luwuk sejak Selasa (29/9/2020) telah melakukan pembatalan atau cancel flight sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Kendati demikian katanya pihak UPBU SA Amir Luwuk tetap melakukan koordinasi berkaitan dengan penerbangan dari dan ke Luwuk.

“Jadi bandara SA Amir Luwuk tidak tutup, kami UPBU tetap menjalankan tugas dan fungsi sebagai penyelengara bandar udara. Untuk pembatalan atau cancel flight sejumlah maskapai penerbangan dari dan ke Luwuk itu benar adanya, namun kita belum mengatahui alasannya dan kita tetap melakukan koordinasi dengan para air lines,” ungkap Kautsar.

Baca juga:  Pemuda Muhammadiyah Toili Sorot Penertiban Jeriken di SPBU Singkoyo

Lanjutnya, UPBU SA Amir Luwuk senantiasa siaga dan standby jika kemungkinan adanya maskapai yang melakukan penerbangan dari dan ke Luwuk nanti. Olehnya itu ia berharap masyarakat atau calon penumpang yang hendak bepergian dari dan ke Luwuk Banggai untuk tetap tenang dan senantiasa mematuhi protokol kesehatan yang diatur pemerintah.

“Kita siap kapan saja melaksanakan penyelengaraan penerbangan di UPBU SA Amir Luwuk, untuk Sriwijaya dan Batik Air sudah sejak kemarin melakukan cancel flight atau pembatalan penerbangannya. Tetap tenang karena bandara tetap melaksanakan fungsi tugasnya sesuai dengan SOP tergantung dengan air lines dan badara siap setiap saat,” tambahnya.

Terpisah Airport Manager Batik Air dari Lion Air Grup Luwuk Firman Arif yang dimintai keterangannya mengatakan, cancel flight itu terpaksa dilakukan pihaknya setelah melihat permintaan atau demand oleh konsumen yang hendak bepergian dari dan keluar daerah khususnya penerbangan udara yang menurun sehingga berdampak pada biaya operasional air lines.

Selain itu pihaknya melihat aturan keharusan untuk menunjukan hasil PCR Swab Negatif bagi pelaku perjalanan dari luar Provinsi Sulawesi Tengah memberatkan para calon penumpang sehingga maskapai untuk sementara melakukan cancel penerbangan.

Baca juga:  Pemda Bangkep Perketat Pengawasan Orang di Setiap Pelabuhan Rakyat

“Kita cancel flights sejak kemarin ya, dalam surat pemberitahuan itu sampai tanggal 31 Oktober 2020, namun bisa sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Alasannya ya karena permintaan atau demand yang menurun sehingga berdampak pada biaya operasional. Kita juga kasihan kepada para calon penumpang yang kemudian sudah membeli tikek kemudian terkendala karena tidak mengetahui adanya kewajiban Swab negatif pelaku perjalanan. Jika nanti ada edaran bisa menggunakan rapid maka kita akan buka lagi,” katanya melalui sambungan telepon.

Dia juga menjelaskan, saat ini sejumlah cargo atau logistik barang yang akan masuk ke Kabupaten Banggai masih tertahan di Makassar karena pihaknya masih melakukan cancel flights sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Baca juga:  GAM Siap Kawal Pilkada

“Pastinya keharusan untuk menunjukan hasil PCR Swab Negatif bagi pelaku perjalanan dari luar Provinsi Sulawesi Tengah sangat berpengaruh terhadap jumlah penumpang, untuk penerbangan jelas sama dengan logistik semuanya sementara tertahan juga di Makassar,” tambah Firman.

Di Kabupaten Banggai sampai saat ini belum ada laboratorium uji swab sehingga para pelaku perjalanan yang hendak bepergian dari dan keluar wilayah masih mempergunakan rapid tes. Selain itu para pelaku perjalanan yang hendak mengurus uji swab harus melakukannya di Palu atau Makassar dengan biaya yang tidak sedikit.

Kisaran harga uji swab mencapai harga Rp1,3 juta hingga Rp2,5 juta padahal harga tiket pesawat misalnya dari Makassar ke Luwuk hanya pada angka Rp700 ribu hingga Rp.900 ribu sekali perjalanan sehingga bisa dipastikan lebih besar di biaya pembuatan uji swab. *

(IkB)