Tingkatkan Perekonomian Daerah, Hipmi Dorong Pengesahan UU Wirausaha

oleh -74 views
Founder YCF Indonesia, Risdianto Pattiwael (atas) saat menjadi moderator dalam diskusi daring bersama Ketua BPD Hipmi Sulawesi Tengah, Ishak Basir (bawah), Minggu (16/8) malam. [SANGALU/ YCF Indonesia]

SANGALU, Luwuk – Untuk dapat meningkatkan taraf perekonomian daerah di era digital dan situasi pandemic Covid-19 saat ini, ada dua hal yang perlu diperhatikan menurut Ketua BPD Himpinan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi Sulawesi Tengah, Ishak Basir. Kedua hal itu ialah investasi dan produk yang berorientasi terhadap ekspor. Selain itu, yang paling penting ialah pengesahan Undang-undang Wirausaha.

Ia mengungkapkan bahwa sumber daya alam di Sulawesi Tengah harus benar-benar dimanfaatkan dan bermanfaat bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, perlu adanya regulasi yang benar-benar mementingkan para pengusaha lokal dalam investasi asing di daerah.

Baca juga:  Pesan Damai Ma'mun Amir: Buang Ego dan Prasangka, Mari Membangun Daerah

Peran-peran itu tentunya tidak lepas dari keseriusan pemerintah dalam memerhatikan pengusaha lokal semisal perekrutan tenaga kerja dengan pola yang sepadan. Dalam setiap pengerukan SDA tenaga kerja dan pengusaha lokal harus dilibatkan. Meski begitu, kemampuan mereka pun penting untuk ditingkatkan sehingga dapat menyesuaikan dengan lingkungan kerjanya.

“Itulah mengapa Hipmi terus mendorong agar undang-undang wirausaha bisa segera disahkan. Dengan begitu, regulasi untuk para pengusaha lokal semakin jelas,” terang Ishak Basir dalam diskusi daring bersama YCF Indonesia, Minggu (16/8) malam.

Ishak juga mengungkapkan bahwa dirinya sangat mengapresiasi Bahlil Lahadalia selaku Kepala BKPM yang berkomitmen untuk memprioritaskan pengusaha lokal. Ia menyebut bahwa dirinya menjadi saksi atas komitmen tersebut sehingga mengapresiasinya.

Baca juga:  Herianto Sahidu Pimpin Karang Taruna Kecamatan Nambo

“Langkah-langkah yang bang Bahlil lakukan sangat luar biasa. Selain mencari investor asing, blio juga menginginkan ara para pengusaha lokal dapat berdaya saing dengan cara melibatkan mereka dalam setiap investasi yang masuk,” paparnya.

Tak hanya itu, pengusaha lokal di Sulawesi Tengah juga diingatkan agar tidak hanya terfokus pada produk industry, sebab daerah ini sangat kaya akan sumber daya alamnya. Oleh karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam mengembangkan produk yang ada.

Terakhir, Ia berpesan kepada seluruh pengusaha muda agar tidak takut dengan kondisi ekonomi terburuk atau resesi. Menurutnya, pengusaha harus menjadikan ini sebagai gambaran ekonomi kita di masa sebelumnya.

Baca juga:  Kredit 'Melawan Rentenir' Pemda Banggai Diluncurkan

Ia mencontohkan, kondisi di Palu saat terjadi gempa, ekonomi Palu cukup lemah, namun di saat mulai bangkit datang lagi Covid-19. Untuk itu, maka hal yg harus dilakukan ialah tetap menjaga semangat agar para pengusaha dapat berdaya saing.

“Anak muda harus kreatif, jangan ikut mainstream. Itu membuat kita kalah. Kita cari produk-produk yang hanya ada di daerah dan tidak ada di daerah lain. Sehingga kita bisa menentukan harga karena mempunyai pasar khusus,” tutupnya.*

 

(ris)