Paksa ‘New Normal’, Pejabat di Banggai Mulai Abai Protokol Kesehatan

oleh -487 views
Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo saat menerima kunjungan dari perwakilan Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Selasa (4/8) lalu. [SANGALU/ Humas Pemda]

SANGALU, Luwuk – Status zonasi Kabupaten Banggai berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Provinsi Sulawesi Tengah berada di zona merah atau ‘daerah berbahaya’ penyebaran COVID-19.

Meski begitu, dalam beberapa kegiatan pejabat pemerintah terlihat mulai mengabaikan pemberlakukan protokol kesehatan yang kerap mereka kampanyekan.

Dalam beberapa kegiatan, terlihat sejumlah pejabat daerah mulai melepas masker dan tidak menjaga jarak. Sebagaimana pertemuan, antara pemerintah Kabupaten Banggai dengan perwakilan dari Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Dalam beberapa foto yang dirilis Humas Pemda Banggai, terlihat tamu yang hadir tidak menggunakan masker. Parahnya, sebagian lagi menggunakan masker hanya sebagai penutup dagu.

Baca juga:  Kecelakaan Maut di Lalanday, Dua Cewek Terjun ke Jurang

Padahal, kegiatan pemerintah merupakan contoh bagi masyarakat sekitar terkait penerapan protokol kesehatan. Terutama dalam penggunaan masker, jaga jarak dan meminimalisir kerumunan massa.

Diketahui, daerah Tangerang Selatan merupakkan salah satu daerah dengan status zona merah. Daerah itu memiliki 597 kasus terkonfirmasi positif COVID-19, 451 sembuh, 40 kasus meninggal dunia dan 106 tengah menjalani perawatan sebagaimana rilis Humas Gugus Tugas COVID-19 setempat di https://lawancovid19.tangerangselatankota.go.id/, per 5 Agustus 2020.

Baca juga:

Baca juga:  Amir-Furqan Jalani Pemeriksaan Swab di RSUD Luwuk

Antrean panjang di Dinas Koperasi dan UMKM Banggai, Rabu (5/8). [SANGALU/ Ist]
Selain itu, beberapa kegiatan pemerintah lainnya pun tak lagi memerhatikan protokol kesehatan sebagaimana yang kerap dikampanyekan pemerintah. Seperti halnya pendataan UMKM yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Banggai.

Sejumlah warga membludak tak terkendali. Pendataan pun sempat ricuh karena situasi itu. Padahal, di era COVID-19 ini segala kegiatan sebisa mungkin menghindari kerumuman massa. Pendataan sejatinya bisa dilakukan dengan sistem daring. Hanya saja, itu tidak dilakukan.*

 

(van)