Jaksa Periksa Proyek SMAN 1 Luwuk senilai Rp1,9 Miliar

oleh -1.332 views
Gedung Kantor SMAN 1 Luwuk yang tengah dibidik penyidik Kejaksaan Negeri Banggai, Senin (3/8). [SANGALU/ Karman]

SANGALU, Luwuk – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Banggai menemukan adanya dugaan pelanggaran pada pembangunan gedung Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Luwuk senilai Rp1,9 miliar pada program anggaran tahun 2019. Pemeriksaan sejumlah saksi telah dilakukan, bahkan peninjauan langsung terhadap kondisi bangunan sudah dilakukan, Senin (3/8).

Kepala Kejaksaan Negeri Banggai, Masnur melalui Kasi Intel, Alexander Tanak mengungkapkan dari hasil pemeriksaan sementara terdapat tujuh item pekerjaan yang belum rampung. Temuan penyidik Kejari Banggai itu, juga diamini Ketua Komite SMAN 1 Luwuk, Romi Botutihe.

“Ketua Komite telah kami mintai keterangan sebagai saksi terkait proyek pembangunan gedung kantor sekolah yang diduga bermasalah itu,” terang Alexander Tanak usai melakukan peninjauan lapangan di SMAN 1 Luwuk.

Baca juga:  Klaster PT PAU, Kekuatan Perusahaan vs Kelemahan Gugus Tugas Banggai

Pria yang akrab disapa Alex ini juga menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap Ketua Komite Romi Botutihe tersebut juga berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam penggelolaan dana Pendidikan di sekolah tersebut. Salah satunya, pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan pengelolaan pungutan sumbangan biaya Pendidikan.

Kemarin, Ketua Komite SMAN 1 Luwuk Romi Botutihe diperiksa tim penyidik Kejari Banggai sekira 3 jam lebih. Ia masuk ruang pemeriksaan sejak pukul 10.00 Wita dan keluar pada pukul 13.30 Wita. Sementara pemeriksaan lapangan dilakukan pada pukul 14.00 Wita dengan sejumlah temuan.

Baca juga:  Kajati Sulteng Resmikan Gedung Baru Kejaksaan Negeri Banggai

Ketua Komite SMAN 1 Luwuk, Romi Botutihe (kiri) menjelaskan kondisi bangunan, Senin (3/8). [SANGALU/ Karman]
Hasil pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik Kejari Banggai, ditemukan 7 item pekerjaan yang belum rampung, seperti yang disampaikan Romi Botutihe saat dimintai keterangan. Adapun 7 item pekerjaan yang dimaksud, yakni plester pondasi dasar, sejumlah fasilitas toilet, sebagian kunci pintu, kaca jendela tidak sesuai spek, pengecetan kayu, pemasangan tehel dan finishing.

Saat melakukan pemeriksaan bangunan Gedung Kantor SMAN 1 Luwuk, tim penyidik Kejari Banggai juga sempat bertemu dan berbincang dengan sejumlah guru yang masuk dalam struktur P2s. Namun keterangan sejumlah guru yang masuk dalam struktur P2s mengaku, tidak dilibatkan secara langsung dalam proses pelaksanaan proyek pambangunan.

Pada ksempatan itu, Kepala SMAN 1 Luwuk, Syamsir mengatakan, tidak mengetahui secara spesifik soal proses pembangunan gendung kantor yang tengah dibidik jaksa. Alasannya, Ia bukan sebagai penanggungjawab pembangunan, karena waktu itu masih kepala sekolah lama, yakni Faika Alsan.

Baca juga:  Bryce Adam Buka Kampanye NasDem dengan Cinta Beda Agama

Selanjutnya, sesuai agenda pemeriksaan tim penyidik Kejari Banggai, rencananya Selasa (4/8) hari ini, Kepala SMAN 1 Luwuk, Syamsir dan sejumlah saksi lainnya akan menjalani pemeriksaan yang dijadwalkan pukul 10.00 Wita.*

 

(man)