HUT RI ke-75, Empat Narapidana Korupsi Dapat Remisi

oleh -48 views
Wakil Gubernur Sulteng, Rusli. Dg. Palabi menyerahkan Surat Keputusan (SK) remisi secara simbolis kepada perwakilan warga binaan Lapas kelas II Palu, Senin (17/8/2020). [SANGALU/NURLELA]

SANGALU, Palu –Sebanyak empat narapidana kasus korupsi mendapatkan remisi atau pengurangan hukuman pada Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 75 tahun oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkuham) pada Senin (17/08/2020) kemarin.

Catatan Kemenkuham Wilayah Sulteng, jumlah narapidana yang mendapatkan remisi umum di HUT RI ke-75 ini sebanyak 1.627 orang.

Remisi Umum terkait PP Nomor 28 tahun 2006 sekira 101 orang. Dengan rincian, narkotika sebanyak 95 orang, korupsi empat orang dan dua orang kasus illegal logging.

Selain itu, remisi kasus narkotika terkait PP nomor 99 tahun 2012 sekira 342 orang, terdiri dari RU I atau pengurangan sebagian sebanyak 326 orang dan RU II atau langsung bebas sebanyak 16 orang.

Baca juga:  Kehilangan Laptop? Cek ke Satreskrim Polres Banggai

Disisi lain, narapidana yang memperoleh remisi RU II sekitar 31 orang. Terdiri dari 18 orang narapidana menjalani program asimilasi rumah dan 13 orang narapidana menjalani pidana pengganti.

Sementara, warga binaan yang bebas pada tanggal 17 Agustus 2020 sebanyak ada dua orang. Dua narapidana tersebut adalah warga binaan Lapas kelas IIA Palu dan Lapas kelas IIB Kabupaten Toli-toli.

Kepala Kemenkumham Sulteng, Lilik Sujandi menyampaikan, warga binaan yang memperoleh remisi adalah mereka yang berkelakukan baik selama masa pembinaan serta tidak melanggar peraturan yang telah ditetapkan.

“Narapidana yang mendapatkan remisi umum dengan persyaratan berkelakukan baik. Artinya selama setahun itu tidak melakukan pelanggaran. Kecuali kasus-kasus tertentu itu ada persyaratan tambahan,” kata Lilik Sujandi.

Baca juga:  127 Botol Miras dan Pemilik Cafe Ilegal di Toili Barat Diamankan Polisi

Ia juga menjelaskan, dengan pemberian remisi ini narapidana dapat menjaga diri dengan berperilaku baik selama masa pembinaan di Lapas atau Rutan.

“Ini cara kita mengurangi kepadatan dalam Lapas dan Rutan. Dengan begitu warga binaan bisa cepat kembali ke rumahnya,” ucapnya.
Dia menjelaskan, sebelum Pandemi Covid-19, jumlah warga binaan di Sulteng mencapai 3400 orang. Sementara kapasitas hunian hanya mampu menampung sekitar 1700 orang.

Kemenkumham mengambil kebijakan membebaskan warga binaan melalui program asimilasi dan integritas guna mengantisipasi penularan virus corona di Lapas dan Rutan yang over kapastias.

Baca juga:  Gara-gara Hati, HY Tega Bunuh Mertua dengan Racun Ikan

“Ini salah satu upaya kita mengurangi resiko persebaran Covid-19. Kami juga cukup ketat melaksakana protokol kesehatan di masa new normal ini,” ucapnya.

Terlebih, hingga saat ini belum ada warga binaan maupun pegawai di lingkungan Kemenkuham Sulteng yang terpapar virus Corona atau Covid-19.

“Alhamdulilah sampai hari ini kita termasuk wilayah tercatat tidak ada pegawai dan warga binaan yang positif corona. Kita berdoa semoga seluruh Lapas, Rutan di Sulteng terjaga keamanannya, terjaga stabilitasnya dan terjaga kesehatannya,” pungkasnya.

 

 

Ela