Tuntut Tranparansi Rekrutmen Naker, Karang Taruna Kintom Adukan Perusahaan Migas ke DPRD

oleh -166 views
Hearing terkait persoalan recruitmen tenaga kerja tiga perusahaan migas yang dikeluhkan masyarakat Kecamatan Kintom, Selasa (21/7) di DPRD Banggai. [SANGALU/ Tommy]

SANGALU, Luwuk – Karang Taruna Kecamatan Kintom mengadukan keluhannya ke Komisi I DPRD Banggai atas transparansi recruitmen tenaga kerja (naker) dan program Corporate Social Responsibility (CSR) tiga perusahaan migas di wilayah itu, Selasa (21/7) siang.

Dalam pertemuan yang dipimpin Ketua Komisi I DPRD Banggai, Masnawati Muhammad, terdengar empat tuntutan warga dan Karang Taruna Kintom kepada ketiga perusahaan yakni; PT Donggi Senoro LNG, PT Panca Amara Utama dan PT Pertamina EP.

Menurut para pengadu, selama ini system manajemen perekrutan pekerja di tiga perusahaan tersebut tidak transparan dan dapat dikategorikan sebagai perusahaan yang tidak mengedepankan tenaga kerja lokal.

Baca juga:  Polisi Tangkap Residivis Kasus Narkoba karena Curi Tiga Sepeda Motor

Sandi, salah satu perwakilan masyarakat dan Karang Taruna Kintom mengungkapkan selama ketiga perusahaan ini beroperasi, pihak ketiga yang dipercayakan perusahaan untuk melakukan perekrutan tenaga kerja tidak terbuka, khususnya untuk warga Kecamatan Kintom.

Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kabupaten Banggai, Ismanto Hasan juga menyampaikan pendapatnya saat itu. Ia menyebut bahwa selama ini masyarakat Kintom sudah memenuhi kriteria sebagai tenaga kerja lokal dengan Pendidikan dan standarisasi perusahaan. Namun, faktanya saat recruitmen dilakukan tak satupun pekerja lokal dari Kintom diterima. “Ini semua omong kosong. Pembohongan public saja karena recruitmen tidak sesuai fakta di lapangan,” pungkasnya.

Baca juga:  Karang Taruna Toili dan Toili Barat Dilantik

Menanggapi itu, perwakilan PT Panca Amara Utama, Ari menjelaskan bahwa pihaknya dalam perekrutan tenaga kerja telah memenuhi poin yang ditetapkan dalam regulasi yang ada. Terkait adanya anak Kintom yang disekolahkan perusahaan masih membutuhkan waktu dalam penyelesaian Pendidikan. Sementara, perusahaan harus beroperasi sesuai target yang ditentukan.

“Kalau kami dituding tidak memberi kontribusi kepada daerah maka kami sampaikan bahwa kami telah membayar pajak negara yang sudah diberikan kepada salah satu instansi pemerintah untuk bantuan pembangunan di Kabupaten Banggai,” tutur Ari.

Kemudian terkait kearifan lokal, kata Ari, kita bicara soal regulasi. Ia mengungkapkan warga Kintom yang disekolahkan belum tentu dapat menyelesaikan program kuliahnya tepat waktu. Sementara di satu sisi, perusahaan sudah membutuhkan tenaga kerja di bidang masing-masing untuk menjalankan roda perusahaan.

Baca juga:  Dikejar Massa, Pemuda Kelahiran Malaysia Hilang di Laut Moilong

Senada, Perwakilan Pertamina EP, Yusuf juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menccapai angka professional yang berkaitan dengan program sponsorship dan pihaknya juga melakukan evaluasi dengan koordinasi bersama instansi terkait untuk mendapatkan hasil yang valid.

“Kami tetap berpatokan pada studi atau meninjau langsung dengan turun lapangan ke desa. Kemudian mengenai perekrutan karyawan tidak tetap kami telah lakukan untuk membantu kearifan lokal,” terang Yusuf.*

 

(Omy)