TMMD 108 jadi Berkah Tersendiri bagi Lansia Tiga Anak di Konawe Kepulauan

oleh -29 views
Wahabi (tengah) saat menceritakan kehidupannya bersama keluarga di Desa Matabaho, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, Minggu (5/7). [SANGALU/ Satgas TMMD]

SANGALU, Konawe Kepulauan – Tiga dekade tinggal di rumah tak layak huni, lansia 70 tahun di Konawe Kepulauan tak menyangka akan mendapat berkah tersendiri jelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 hijriah. Rumahnya di Desa Matabaho, terimbas program bedah rumah yang disasar TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 108 Kodim 1417 Kendari.

Wabahisi, begitu Ia disapa. Menceritakan bahwa, Ia sudah menempati rumah itu sejak 30 tahun silam. Kini, lansia yang telah menjanda ini tinggal berempat dengan tiga buah hatinya.

Bahagia yang dirasakan Wahabisi, terpancar dari wajah dan keceriaannya saat menyambut tim bedah rumah Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke 108 Kodim 1417 Kendari, Minggu (5/7). Ia sangat bersemangat menceritakan kehidupannya bersama keluarga kecil di Desa Matabaho, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara.

Baca juga:  Amir-Furqan Temui Pengurus DPD NasDem Banggai

Menggunakan bahasa Indonesia sederhana, Wahabisi mencurahkan keluh kesahnya pada tim Satgas TMMD. Suka duka perjuangan hidup keluarganya, melekat erat dalam histori rumah sederhana itu. Meski begitu, kondisi saat ini memang diakuinya sudah tak layak huni.

Kedatangan tim bedah rumah seakan menjawab doanya. Impian itu saban hari terselip dalam doa, dan baru terjawab lewat program TMMD ke 108 Kodim 1417 Kendari. Dambaan rumah layak huni untuk ketiga buah hatinya pun menjadi nyata.

Baca juga:  Amir - Furqanudin Terima Rekomendasi PAN dan PKB

Mata berbinar penuh haru, Wahabisi menyampaikan ungkapan terima kasih mendalam kepada Tuhan, dan Satgas TMMD yang sudah memberi perubahan berarti pada istana keluarga kecilnya.

“Terimakasih karena saya disayang sama tentara dan pemerintah daerah, sehingga saya dibuatkan rumah untuk tinggal,” kata Wahabisi dengan dialek khasnya.

Meski kini menempati gubuk sementara karena rumahnya telah dibongkar total, Wahabisi mengaku sangat bahagia. Sebab tak lama lagi, Ia dan ketiga anaknya sudah bisa membuka lembaran baru di rumah layak huni.*

Baca juga:  DSLNG Beri Apresiasi Tenaga Medis sebagai Garda Terdepan Lawan Pandemi COVID-19

 

(Hdi)