Tandur Nilam, Alternatif Jitu Tetap Produktif saat COVID-19

oleh -171 views
Salah satu warga Desa Mekar Sari Kec. Toili Barat saat panen nilam. [SANGALU/ Marhum]

SANGALU, Toili – Senin 2 Maret 2020 Indonesia telah masuk ke dalam negara yang terjangkit virus corona setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan virus corona menjangkiti dua warga Indonesia, tepatnya di kota Depok, Provinsi Jawa Barat.

Virus yang disebut COVID-19 ini cukup merubah prilaku mental bahkan perekonomian dunia. Betapa tidak, dengan adanya virus mematikan ini memaksa setiap orang harus lebih banyak beraktivitas didalam rumah bahkan untuk mencari nafkah sekalipun, demi saling jaga jarak untuk terhindar virus asal Wuhan ini.

Situasi ini tanpa terkecuali dirasakan masyarakat Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, baik dari segi pendidikan maupun sektor ekonomi ikut terganggu.

Baca juga:  Petugas Damkar Berhasil Tangkap Ular Piton Sepanjang 4 Meter di Penginapan Baru

Meski begitu, masyarakat memiliki alternatif dan referensi untuk tetap produktif ditengah pandemik covid-19. Seperti bertani/berkebun yang didominasi dengan memanfaatkan tanaman nilam sebagai obyek yang berpeluang untuk memperoleh hasil yang cukup untuk memenuhi kebutuhan di tengah pandemik COVID-19 ini.

Apa sih kelebihan menandur (menanam) nilam yang menghasilkan minyak atsiri ini daripada tanaman lainnya?

Kawasan Perkebunan Nilam di Kecamatan Toili Barat. [SANGALU/ Marhum]
Tanaman Jangka Pendek

Jenis tanaman semak ini bisa dikategorikan tanaman jangka pendek, yang artinya tidak memerlukan waktu lama untuk memperoleh hasilnya (panen). Terhitung sejak dilakukan penanaman, nilam dapat dipetik hasilnya setelah tumbuh selama 6 sampai 7 bulan lamanya. Yang lebih menariknya lagi, tanaman ini bisa diperoleh hasilnya kembali selama 3 sampai 4 bulan setelah waktu panen pertama jika batang dan akarnya tidak dicabut dari tanah.

 

Baca juga:  Tiba di Luwuk, Heppy Manopo Beri Suasana Baru Peta Politik

Harga Yang Cukup Menggiurkan

Selain masuk kategori tanaman jangka pendek, nilam ternyata memiliki harga jual yang cukup bikin mata melotot. Betapa tidak, jika tanaman lain hanya bisa dinilai degan harga ribuan bahkan puluhan ribu per kilogram, nilam dapat dimenghasilkan uang sebanyak ratusan ribu per kilogramnya dalam bentuk minyak (setelah disuling). Saat ini khusus diwilayah Dataran Toili, harga minyak nilam menduduki angka Rp 600 ribu per kilogram.

 

Mudah Tumbuh 

Keuntungan lainnya, tanaman dengan sistim stek layaknya tanaman bonsai ini tidak neko-neko untuk memilih struktur tanah agar dapat hidup. Asalkan lahan/kebun tidak digenangi air, karena nilam tidak dapat bertahan lama jika digenangi air dalam jangka waktu berhari-hari.

Baca juga:  Ditolak Balikan, Pria Batui Sebar Foto Porno Mantan Pacar

Selain kelebihan tanaman nilam diatas. Dalam kondisi Pandemik Covid-19 bercocok tanam merupakan salah satu alternatif yang sangat baik. Selain tetap produktif, bertani/berkebun dapat membakar lemak tubuh dan terhindar dari perkumpulan orang banyak.*

 

Laporan: Marhum Backrie, Toili