Tak hanya Luwuk Timur, Jalan Rusak juga Dirasakan Warga Bualemo

oleh -497 views
Kondisi jalan penghubung antara Desa Bualemo A - Desa Sampaka yang rusak parah, Senin (20/7). [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Bualemo – Keluhan terkait jalan rusak ternyata tidak hanya dirasakan pengguna jalan yang melalui jalan Trans Sulawesi di Kecamatan Luwuk Timur. Keluhan yang sama juga dirasakan pengguna jalan ke wilayah Kecamatan Bualemo.

Terlebih di musim penghujan, ruas jalan menuju Kecamatan Bualemo makin parah. Tak hanya jalan utama. Jalan penghubung antar desa pun demikian. Sebagaimana diketahui ruas jalan Desa Sampaka menuju Desa Bualemo A juga makin parah.

Doha, salah satu sopir angkutan pedesaan Luwuk- Bualemo menyampaikan selalu khawatir jika melalui jalur tersebut. Pasalnya, jalan yang ada kian hari kian tergerus air sungai dan aliran air hujan. Ia khawatir suatu saat bisa saja terjadi longsor.

Baca juga:  Penyidik Polhut Kejar Pemilik Kayu Ilegal Asal Bualemo

“Ia saya takut, soalnya saya liat batunya macam sudah mau jatuh- jatuhnya,” ungkap Doha, Senin (20/7).

Senada disampaikan Dedy, sopir lain Luwuk- Bualemo. Menurutnya, jika hujan deras, apabila ada penumpang menghubungginya dari Desa Sampaka dan sekitarnya. Ia memilih menunggu penumpang bersangkutan di Bualemo saja.

“Tidak berani saya jemput ke sana. Takutnya saat ke sana (Desa Sampaka, red) jemput penumpang trus longsor. Bahaya,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Desa Sampaka Munawir Kunjae saat di hubungi menyampaikan pemerintah daerah sudah ada niat baik memerbaiki ruas jalan Sampaka – Bualemo. Seingat dia, di tahun 2020 ini pemda mengalokasikan anggaran ke ruas jalan itu sekira Rp500 jutaan.

“Saya kira pemda sudah cukup sigap, buktinya pemda sudah mengalokasikan anggaran jalan antar desa ini Rp500 juta lebih. Hanya kapan pengerjaannya saya belum tahu,” jelasnya.

Baca juga:  AJI Palu Kecam Tindak Kekerasan Polisi Kepada Tiga Jurnalis

Munawir juga mengungkapkan bahwa di situasi pandemi COVID-19 saat ini, beberapa anggaran infrastruktur juga diarahkan ke pencegahan dan penanggulangan COVID-19. Sebab itu masih menjadi skala prioritas.

“Jadi yang terpenting kita tetap bersabar saja dlu, pemda tentu saja tidak akan menutup mata terkait hal ini,” tutupnya.*

(van)