Survei LSI, 43 Persen Rakyat Banggai Belum Pernah Terima Bansos COVID-19

oleh -210 views
Ikram, perwakilan LSI ketika menjelaskan hasil survei atas penanggulangan COVID-19 di Kabupaten Banggai, Kamis (16/7). [SANGALU/ Steven Pontoh]

SANGALU, Luwuk – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mengumumkan hasil survei penanganan Pandemi Corona Virus Disease tahun 2019 (COVID-19) di sejumlah wilayah Indonesia, salah satunya Kabupaten Banggai.

Dalam press conference yang dilaksanakan, Kamis (16/7) siang, Ikram selaku perwakilan LSI mengungkapkan bahwa, dari hasil survey ditemukan adanya 43,4 persen masyarakat dari total populasi penduduk Kabupaten Banggai belum menerima bantuan sosial (Bansos) terkait penanggulangan COVID-19 dari pemerintah daerah.

Survei dengan metode kualitatif itu memanfaatkan 440 responden acak di wilayah Kabupaten Banggai. Ikram menyatakan sangat meyakini hasil survei itu berdasarkan sejumlah pengalaman saat pelaksanaan pesta demokrasi. LSI hanya memiliki margin of error sekira 4,8 persen.

Baca juga:  Mendagri Minta Sosialisasi Peraturan KPU Dilakukan Lebih Masif

Meski sebanyak 43 persen mengaku belum menerima bansos, tapi hasil survei atas penanggulangan COVID-19 Kabupaten Banggai menurut LSI mendapatkan rapor hijau. Itu dikarenakan sebanyak 50,6 persen responden mengakui pernah mendapatkan bansos dan 6 persen lainnya tidak menjawab.

Rapor hijau lainnya terkait kepuasan masyarakat terhadap bantuan sosial. Dimana sebesar 92,7 persen mengatakan sangat puas, kemudian 5,4 persen menyatakan tidak puas.

Selanjutnya dari sisi persepsi publik tentang seberapa keras usaha atau upaya pemerintahan daerah Kabupaten Banggai yang menangani virus corona. Dimana sebesar 88,4 persen percaya bahwa pemerintah mampu menanggulangi virus corona, dan sebanyak 3,4 persen menyatakan tidak percaya.

Baca juga:  Rapid Test, Satu OTG dan Dua ODR Reaktif di Banggai

“Rapor hijau ke empat adalah persepsi positif atas pemimpin daerah dalam hal ini bupati,” kata Ikram.

Dalam survei yang dilaksanakan pada tanggal 25 Juni – 2 Juli 2020 bertajukk Kecemasan Publik dan Rapor Hijau, LSI mengungkap bahwa 86,8 persen masyarakat ketakutan jika terkena COVID-19, sebanyak 2,7 persen tidak khawatir dan 7,7 persen menyatakan biasa saja.*

 

(Omy)