Standar COVID-19, Jenazah Supervisor PT PAU Dimakamkan di TPU Bunga

oleh -1.431 views
Ilustrasi [google]

SANGALU, Luwuk – Setelah menginap dua malam di ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk, jenazah MZR (54), supervisor PT Panca Amara Utama (PAU) akhirnya, dimakamkan dengan menggunakan standar pemakaman pasien Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Sabtu (25/7) malam sekira pukul 21.00 Wita.

MZR diketahui adalah supervisor PT PAU asal Surabaya. Ia adalah salah satu dari belasan karyawan PT PAU yang menjalani perawatan karena sakit, beberapa hari setelah AG, juga karyawan PT PAU dilaporkan meninggal dunia, Senin (20/7). Jenazah AG oleh pihak perusahaan diterbangkan ke asalnya di Provinsi Banten.

Dalam perawatan, MZR yang dinyatakan reaktif berdasarkan pemeriksaan cepat (rapid test) pun meninggal dunia, Kamis (23/7) sekira pukul 23.30 Wita.

Jenazah MZR kemudian diinapkan di ruang jenazah RSUD Luwuk hingga Sabtu, (25/7) malam. Belum diketahui pasti apa penyebab jenazah MZR baru dimakamkan setelah menginap dua malam di RSUD Luwuk.

Namun pemakaman MZR dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Bunga, bukan di lokasi pemakaman khusus yang disediakan Pemda Banggai. Prosesi pemakaman jenazah juga disebut dilaksanakan dengan menggunakan standar pemakaman pasien COVID-19.

Baca juga:  13,2 Persen Pasien COVID-19 Meninggal Miliki Penyakit Hipertensi

Tidak ada keterangan dari pihak management PT PAU. Mereka memilih diam dan menyerahkan sepenuhnya sumber informasi terkait karyawannya yang sakit ke Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Banggai. Sementara, Gugus Tugas COVID-19 Banggai pun belum menyampaikan proses pemakaman itu.

Humas Gugus Tugas COVID-19 Banggai, Nurmasita Datu Adam hanya menyampaikan bahwa saat ini tengah dirawat di RS, sebanyak 14 pasien kasus suspek, seorang pasien dengan kasus probable (meninggal) dan seorang pasien dengan kasus discarded.

Kemudian disampaikan juga, dari total 18 kasus konfirmasi, 15 diantaranya telah dinyatakan sembuh. Sementara, 3 lainnya masih menjalani isolasi mandiri di rumah masing masing.

 

Apa itu Suspek, Probable dan Discarded?

Berikut istilah Covid-19 yang diganti oleh Menkes Terawan, sebagaimana dilansir suara.com:

Kasus Suspek

Kasus suspek adalah orang yang memenuhi satu dari 3 kriteria baru yakni memiliki ISPA dan 14 hari belum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal

– Orang dengan salah satu gajala/tanda ISPA pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/pobable Covid-19

Baca juga:  Suhu Tubuh WNA Perancis Pasien RSUD Luwuk turun 36° Celcius

– Orang dengan ISPA berat/pneunonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Kasus Probable

– Kasus suspek dengan ISPA Berat/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR

Kasus Konfirmasi

– Seseorang yang dinyatakan positi terinfeksi virus Covid-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratoriun RT-PCR. Kasus terkonfirmasi dibagi lagi menjadi dua:

a. Kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik)

b. Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik)

Kontak Erat

– Orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi Covid-19. Riwayat kontak yang dimaksud antara lain:

a. Kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable atau kasus konfirmasi dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih.

b. Sentuhan fisik langsung dengan kasus probable atau konfirmasi (seperti bersalaman, berpegangan tangan dan lain-lain)

c. Orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus probable tanpa menggunakan APD.

d. Situasi lainnya yang mengindikasi adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi setempat.

Pelaku Perjalanan

– Seseorang yang melakukan perjalanan dari dalam negeri (domestik) maupun luar negeri pada 14 hari terakhir.

Baca juga:  39 Mahasiswa Akper Luwuk Diwisuda

Discarded

Discarded adalah orang yang memenuhi salah satu kreteria sebagai berikut:

a. Memiliki status suspek dengan hasil RT-PCR 3 kali negatif selama 2 hari berturut-turut.

b. Memiliki status kontak erat yang telah menyelesaikan masa karantina selama 14 hari.

Selesai Isolasi

Selesai isolasi apabila memenuhi kriteria berikut:

a. Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dengan ditambah 10 hari isolasi mandiri sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.

b. Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dihitung 10 hari sejak tanggal onset dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernafasan.

c. Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang mendapatkan hasil pemeriksaan follow up RT-PCR 1 kali negatif, dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan pernapasan.

Kematian

Kematian Covid-19 untuk kepentingan surveilans adalah kasus konfirmasi/probable Covid-19 yang meninggal.

Itulah pedoman baru dari Menteri Terawan terkait pengganti istilah OTG, PDP dan ODP.*

 

(van/*)