Rapat Kedua, Irfan: Kita Hidupkan Karang Taruna Banggai

oleh -165 views
Ketua Karang Taruna Banggai, Irfan Bungaadjim saat membuka rapat kedua terkait pengelolaan anggaran dana hibah Karang Taruna Banggai, Kamis (2/7). [SANGALU/ Karang Taruna]

SANGALU, Luwuk – Setelah melakukan pertemuan pertama dan menyelesaikan administrasi berupa Surat Keputusan (SK) Bupati Banggai, organisasi di bawah kepemimpinan Irfan Bungaadjim ini kembali merapatkan barisan dalam rapat kedua, Kamis (2/7).

Ketua Umum Karang Taruna Banggai, Irfan Bungaadjim mengaku sejatinya amanah yang diberikan kepadanya begitu berat baginya. Sebab, organisasi pelat merah ini sangat bersentuhan dengan kesejahteraan masyarakat yang bersinggungan dengan Dinas Sosial.

Pemilihan sebagai ketua berdasarkan hasil temu karya pada bulan November 2019. Meski berat, karena telah dipercayakan oleh pemerintah sebagai ketua, maka Ia pun bersedia melaksanakan tugas.

Didampingi Sekretaris Umum, Irfan menjelaskan bahwa organisasi ini telah lama fakum. Bahkan, organisasi ini dianggap kurang seksi sehingga Ia dan sekretaris harus mulai dari awal. Melakukan konsolidasi ke sejumlah kecamatan hingga pengukuhannya.

“Cukup lama karang taruna ini hilang di Kabupaten Banggai, kurang lebih 8 tahun fakum. Mari kita hidupkan organisasi ini,” tegas Irfan.

Baca juga:  Jaga Keamanan Ruang Isolasi, 18 Anggota TNI Jalani Rapid Test

Sebagai organisasi yang diatur dalam Permendagri dan Permensos, Ia menyatakan organisasi ini harus dihidupkan dengan segala kekurangan yang ada.

Ia menceritakan bahwa organisasi ini sudah 58 kali pertemuan nasional dan hanya Karang Taruna Banggai yang belum pernah hadir. Kita baru bisa hadir di pertemuan ke 59 kalinya.

“Ya, walaupun dengan berbagai kekurangan tapi kami hadir dan menyatakan bahwa organisasi ini masih ada di Kabupaten Banggai,” paparnya.

 

Dana Hibah

Sebagai organisasi pelat merah, Irfan mengungkapkan bahwa pihaknya menerima dana hibah dari pemerintah. Besarannya mencapai Rp600 juta, yang pencairannya dilakukan dua kali setahun.

Irfan juga menepis isu soal penggunaan dana hibah saat dirinya menjabat di organisasi kepemudaan lainnya.

Baca juga:  Wabup Buka Kompetisi Sains Nasional Tingkat Kabupaten di SMAN 3 Luwuk

Ia menyebutkan bahwa dirinya bosan dengan persoalan dana hibah yang kemudian kerap menyudutkannya. Padahal, dalam persoalan dana itu jelas pertanggung jawabannya dan ditandatangani oleh ketua sebagai pengguna anggaran.

“Ada RAB-nya dan kita harus dudukkan ini sejak awal dalam pembahasan. Sehingga diakhir tidak ribut-ribut soal anggaran,” tegasnya.

Oleh karena itu, Ia menyebutkan jika ada anggota merasa kurang sepakat agar disampaikan sejak awal. Sehingga diakhir kepengurusan tidak ada masalah terkait dana hibah.

“Saya tidak mau kepengurusan ini diakhiri dengan prasangka yang tidak baik. Bendahara saya ingatkan jangan ada dana keluar tanpa sepengetahuan saya,” tandasnya, sembari menegaskan bahwa anggaran yang ada akan dibagikan ke 9 departemen yang ada dalam kepengurusan.

Ia menjelaskan beberapa hari terakhir dirinya sempat ke kantor Inspektorat. Itu dilakukan untuk berkoordinasi terkait penggunaan anggaran dana hibah.

Baca juga:  Bupati Bangkep Minta Hentikan Distribusi Bantuan COVID-19 Jika Terjadi Keributan

“Kalau Anda tidak suka dengan saya tolong sampaikan, tapi kalau saya tidak suka dengan Anda tolong jangan di sini,” pungkasnya.

Diakhir pernyataannya, Irfan mengatakan bahwa penyampaian itu sengaja Ia sampaikan sejak awal. Maksudnya, agar tidak ada lagi persoalan yang sama dengan pengalamannya di organisasi sebelumnya.

Senada, Bendahara Umum Tathy Lahai mengungkapkan sebagai pengelola keuangan, dirinya akan terbuka. Dimana pihaknya akan melakukan rapat pertanggungjawaban setiap 3 bulan sekali.

Tathy menjelaskan pihaknya telah mencairkan anggaran tahap awal di bulan Juni 2020 kemarin sebesar Rp300 juta.

“Uangnya sudah cair tapi belum dikeluarkan. Ini dana organisasi yang nantinya akan kita pertanggungj ” paparnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam pengelolaan anggaran wajib dipertanggung jawabkan secara bersama-sama. Sebab, anggaran yang ada adalah dana organisasi.*

(van)