Pulang ke Bontang via Palu, Tiga Karyawan Swasta asal Luwuk Terkonfirmasi COVID-19

oleh -485 views
Rilis Gugus Tugas Kota Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (30/7) siang. [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Bontang –  Tiga orang karyawan asal Luwuk, Kabupaten Banggai yang pulang ke Kota Bontang, Kalimantan Timur, terkonfirmasi COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan sampel dahak (Swab). Itu disampaikan Gugus Tugas Kota Bontang melalui rilis tertulis, Kamis (30/7).

Dalam rilis tertulis disebutkan bahwa ketiga lelaki yang terkonfirmasi COVID-19 itu mengaku merupakan karyawan swasta salah satu perusahaan yang ada di Sulawesi Tengah. Mereka mengakui melakukan perjalanan dari tempat kerjanya di Luwuk, Kabupaten Banggai ke Kota Palu melalui jalur darat.

Tiba di Palu pada tanggal 24 Juli 2020, ketiganya melakukan rapid test sebagaimana persyaratan terbang dengan hasil nonreaktif. Setelah itu, mereka terbang ke Bandara Sepingan, Balikpapan dengan menumpang pesawat Lion Air, pada tanggal 26 Juli 2020 sekira pukul 14.30 Wita. Saat tiba di Bandara Aji Muhammad Sulaiman, Sepingan, Balikpapan ketiga lelaki ini menumpang mobil carteran menuju Kota Bontang.

Selama perjalanan, mereka sekali mampir di rumah makan, sebelum akhirnya mereka tiba di Kota Bontang. Sesuai protokol COVID-19 perusahaan, mereka diwajibkan melakukan isolasi mandiri di Hotel Sintuk. Kemudian pada tanggal 27 Juli 2020, melaporkan diri ke PSC yang kemudian diregistrasi sebagai kasus 21BTG (30), kasus 22BTG (39), dan kasus 23BTG (33).

Baca juga:  Nurmasita: Biaya Rapid Test Rp150 Ribu

Dalam pemeriksaan, dua dari tiga karyawan swasta ini mengungkapkan jika mereka  satu area kerja dengan teman yang meninggal terkonfirmasi positif COVID-19. Ketiganya pun diarahkan untuk melakukan pemeriksaan swab mandiri di Klinik Satelit RS PT Badak.

Pada tanggal 30 Juli 2020, hasil pemeriksaan swab ketiganya terkonfirmasi positif (tanpa gejala). Atas dasar itu, ketiganya langsung dipindahkan dari Hotel Sintuk ke RSUD Taman Husada untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Dilaporkan, kondisi umum mereka dalam keadaan baik.

Saat ini tracking kontak dengan ketiga karyawan swasta tersebut masih terus dilakukan Gugus Tugas Kota Bontang. Mulai dari sopir rental yang dicarter ketiga karyawan, pegawai hotel, maupun orang-orang yang sempat melakukan kontak dengan ketiganya.

Baca jugaCarter Pesawat Sriwijaya, PT PAU Bawa Karyawan dan Sampel Swab ke Jakarta

Rilis Gugus Tugas Kota Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (30/7) siang. [SANGALU/ Ist]

Karyawan PT PAU?

Diketahui, dalam laporan Gugus Tugas Kabupaten Banggai selama ini pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang meninggal dunia hanyalah pasien asal PT Panca Amara Utama (PAU). Meski begitu, Manager CSR PT PAU, Novari Mursita saat dikonfirmasi tidak mau berkomentar terkait dugaan bahwa pasien yang diumumkan Gugus Tugas Kota Bontang adalah karyawan PT PAU.

Baca juga:  DSLNG Beri Apresiasi Tenaga Medis sebagai Garda Terdepan Lawan Pandemi COVID-19

“Saya belum ada komentar untuk ini,” tulisnya via pesan singkat WhatsApp menanggapi pertanyaan awak media, Kamis sore.

Sebagaimana diketahui, dua karyawan PT PAU meninggal dunia usai dilaporkan sakit. Seorang diantaranya sempat diambil sampel dahak dan dilakukan pemeriksaan swab. Pria 54 tahun berinisial AG asal Surabaya itu, diketahui mengalami sakit mendadak dan meninggal dunia saat tengah diberikan pertolongan medis.

Tak berapa lama, 14 karyawan lain dari perusahaan milik Garibaldi Thohir itu pun, dilarikan ke rumah sakit dengan keluhan yang sama. Oleh gugus tugas dilakukan pemeriksaan rapid test kemudian dilanjutkan dengan swab terhadap lima orang pertama. Hasilnya, empat orang diantaranya terkonfirmasi positif COVID-19. Namun, saat ini empat orang tersebut bersama 9 orang lainnya dikatakan telah keluar dari rumah sakit dan melakukan karantina mandiri di rumah.

Belakangan diketahui, sejumlah karyawan telah dipulangkan pihak perusahaan menggunakan pesawat carteran Sriwijaya Air dengan alasan telah sembuh. Pernyataan yang disampakan External Relations & Manager Security PT PAU, Leonard Hutabarat itu bertolak belakang dengan perngakuan Humas Gugus Tugas Kabupaten Banggai, Nurmasita Datu Adam.

Baca juga:  Suhu Tubuh Normal, 290 Penumpang KM Tilongkabila Dinyatakan Negatif COVID-19

“Tujuh orang pasien yang dirawat di RSUD, dinyatakan sembuh, dan telah dipulangkan ke daerah masing-masing naik pesawat tadi sore di bandara Syukuran Amir,” kata Leonard sebagaimana dilansir obormotindok.co.id, Selasa (28/7).

Nurmasita mengungkapkan karyawan PT PAU dipulangkan karena sudah tidak menunjukkan gejala. Namun, belum dikategorikan sebagai pasien sembuh. “Belum ada yang sembuh. Dipulangkan untuk lanjut isolasi mandiri di rumah. Kalau sudah dipulangkan berarti tidak bergejala lagi. Meski begitu, isolasi mandiri tetap dilakukan di rumah,” jelasnya saat dihubungi via pesan singkat, Kamis (30/7) sore.

Leonard dalam beberapa pernyataannya ke media obormotindok kerap kontroversi. Selain pernyataan soal karyawan yang telah dinyatakan sembuh, Leonard juga pernah menyatakan bahwa kedua karyawan yang meninggal dunia bukan karena COVID-19, melainkan karena penyakit jantung dan ginjal. Pernyataannya itu gugur setelah hasil pemeriksaan swab diumumkan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Banggai.*

 

(van)