Penerbangan Batik Air tanpa Muatan Jenazah, MZR Dimakamkan di Kamumu?

oleh -2.950 views
Penumpang Batik Air saat tiba di Bandara Syukuran Aminuddin Amir Bubung, Sabtu (25/7). [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Luwuk – Jenazah supervisor PT Panca Amara Utama (PAU) berinisial MZR (54) asal Surabaya, yang diduga terpapar COVID-19 dikabarkan akan dimakamkan di pemakaman khusus Desa Kamumu, Kecamatan Luwuk Utara. Itu setelah dua penerbangan dari Luwuk tanpa cargo jenazah, Sabtu (25/7).

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pemakaman akan dilakukan di Kabupaten Banggai dengan memanfaatkan pekuburan khusus COVID-19 di Desa Kamumu. Anak dari karyawan asal Surabaya itu, juga disebut telah berada di Luwuk.

Meski belum ada keterangan resmi dari management PT PAU maupun Gugud Tugas COVID-19 Kabupaten Banggai, namun informasi tersebut seiring dengan pengakuan pihak maskapai penerbangan yang beroperasi hari ini, di Bandara Syukuran Aminuddin Amir Bubung.

Baca juga:  215 Penumpang Tilongkabila asal Bitung Siap Turun di Pelabuhan Luwuk

Corporate Communications Strategic Lion Grup, Danang Mandala Prihantoro mengungkapkan penerbangan Batik Air hari ini dari Luwuk Banggai tanpa muatan jenazah.

“Penerbangan hari ini tidak mengangkut jenazah, kalau yang meninggal tanggal 20 Juli kemarin ada pengakutan via Batik Air penerbangan tanggal 21 Juli,” kata Danang via telepon, Sabtu (25/7) sekira pukul 14.00 Wita.

Baca jugaJenazah Masih di RSUD, Ketua SBSI: Jangan Biarkan PT PAU Jadi Klaster Baru

Informasi ini menguatkan bahwa pemakaman karyawan PT PAU akan dilakukan di wilayah Kamumu. Sebab, hanya ada dua penerbangan keluar daerah.

Satu penerbangan Batik Air yang tiba di Bandara Syukuran Aminuddin Amir pada pukul 11.00 Wita, lalu kembali terbang ke Makassar dengan 130 penumpang.

Baca juga:  Hasil Swab, Supervisor PT PAU (Meninggal) Terkonfirmasi COVID-19

Sementara satu penerbangan lainnya oleh maskapai Sriwijaya Air yang kembali ke Makassar dengan 73 penumpang. Keduanya terbang ke luar daerah dengan transit Makassar, Sulawesi Selatan.

Sampai kedua pesawat dilaporkan terbang, jenazah karyawan PT PAU dikabarkan masih berada di ruang jenazah RSUD Luwuk. Pihak Management PT PAU sendiri saat coba dibubungi melalui bagian Community Development, Leonard Hutabarat tidak terhubung. Pesan yang dikirim tak terbaca. Beberapa pesan yang terbaca juga tak dibalas.

Baca juga:  Klinis Membaik, 7 PDP asal Masama Dipulangkan ke Rumah

Pun begitu dengan Gugus Tugas Kabupaten Banggai, dr Anang S. Otoluwa saat dikonfirmasi belum terhubung. Namun, pertanyaan lainnya terkait apakah pasien terkonfirmasi berdasarkan hasil swab mengaku belum mengetahui.

“Untuk hasil swab belum ada. Tidak ada nama, tidak jelas info,” singkatnya.*

 

 

(van)